Eks Agen CIA Sebut Bisa Jadi Ada Peledak Militer dalam Ledakan di Lebanon

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 14:27 WIB
Ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon. Total saat ini korban tewas akibat insiden itu berjumlah 78 orang.
Ledakan besar di pelabuhan Beirut, Lebanon, memicu kepulan asap berwarna kemerah-merahan (Associated Press)
Beirut -

Seorang mantan agen Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA, Robert Baer, yang berpengalaman dalam tugas di kawasan Timur Tengah menganalisis bahwa ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, tidak hanya disebabkan oleh amonium nitrat. Baer menduga ada amunisi militer yang ikut meledak di Beirut.

Seperti dilansir CNN, Rabu (5/8/2020), analisis itu disampaikan Baer melalui pesan video. Disebutkan Baer bahwa amonium nitrat, yang biasa digunakan dalam pupuk dan bahan peledak, memang ada di dalam gudang yang mengalami ledakan dahsyat. Namun dia meyakini bukan hanya amonium nitrat saja yang menjadi penyebab dua ledakan besar yang sejauh ini menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai 4 ribu orang lainnya.

Laporan awal, seperti disampaikan kantor berita Lebanon, NNA, menyebut ledakan terjadi akibat kebakaran besar di sebuah gudang yang dipakai menyimpan kembang api dan petasan di dekat pelabuhan Beirut.

Namun kemudian Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, mengungkapkan ada 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan selama 6 tahun di salah satu gudang pelabuhan tanpa adanya langkah-langkah keamanan. Amonium nitrat sebanyak itu disebut sebagai sitaan dari sebuah kapal kargo sejak tahun 2014 lalu.

Dalam analisisnya, Baer berpikir bahwa ada juga amunisi militer dan propelan di lokasi ledakan. Dia berspekulasi bahwa lokasi ledakan mungkin menjadi gudang senjata, namun tidak jelas milik siapa.

"Itu jelas sebuah peledak militer. Itu bukan pupuk seperti amonium nitrat. Saya cukup yakin akan hal itu," tegas Baer. "Anda lihat bola api oranye itu, dan itu jelas, seperti saya katakan, peledak militer," imbuhnya.

Ditekankan Baer bahwa kepulan asap putih yang terlihat dalam video yang beredar, sebelum ledakan besar mengguncang, menjadi indikator bahwa amonium nitrat ada di lokasi dan sedang terbakar pada saat itu. Baer juga menyatakan dirinya mendapat ada banyak amunisi meledak sebelum ledakan besar terjadi.

Secara terpisah, mantan penyidik peledak dari Departemen Alkohol, Tembakau dan Senjata Api AS, Tony May, menganalisis bahwa warna kepulan asap kemerah-merahan yang terlihat saat ledakan besar di Beirut 'tidak konsisten dengan amonium nitrat'. Ledakan amonium nitrat, sebut May, akan memicu kepulan asap kuning.

Tonton video 'Ledakan Besar di Beirut Berdampak Sangat Masif':

[Gambas:Video 20detik]