300 Ribu Orang Kehilangan Rumah Akibat Ledakan di Lebanon

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 18:16 WIB
Upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) masih terus dilakukan oleh petugas darurat setempat. Korban tewas saat ini melebihi 100 orang.
Dampak kerusakan akibat ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon (AP Photo)
Beirut -

Ledakan di Lebanon memicu kerusakan parah pada separuh wilayah ibu kota Beirut. Sedikitnya 300 ribu orang kehilangan rumah akibat ledakan dahsyat ini.

"Saya pikir ada antara 250 ribu hingga 300 ribu orang yang sekarang tidak memiliki rumah," tutur Gubernur Beirut, Marwan Aboud, dalam pernyataan kepada AFP, Rabu (5/8/2020).

Gubernur Aboud juga memperkirakan bahwa kerusakan akibat ledakan dahsyat pada Selasa (4/8) waktu setempat mencapai sekitar US$ 3 miliar hingga US$ 5 miliar (Rp 43,6 triliun hingga Rp 72,8 triliun).

Ditambahkan Gubernur Aboud bahwa tim insinyur dan pakar teknis belum menyelesaikan penaksiran resmi soal besarnya nilai kerusakan akibat ledakan tersebut.

Namun disebutkan bahwa dua ledakan besar yang berpusat di area pelabuhan telah memicu dampak besar secara luas hingga ke lebih dari separuh kota Beirut.

Sejauh ini, Palang Merah Lebanon menyebut lebih dari 100 orang meninggal dunia dan sekitar 4 ribu orang lainnya luka-luka akibat dua ledakan besar itu.

Sementara Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan ratusan orang dilaporkan hilang oleh keluarga masing-masing usai ledakan terjadi. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa jumlah korban meninggal masih bisa bertambah lagi.

Tonton video 'Ledakan di Beirut Lepaskan Gas Beracun':

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/rdp)