2 Warga Filipina Tewas dalam Ledakan di Lebanon, 11 Lainnya Hilang

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 14:55 WIB
A drone picture shows smoke from the scene of an explosion at the seaport of Beirut, Lebanon, Wednesday, Aug. 5, 2020. A massive explosion rocked Beirut on Tuesday, flattening much of the citys port, damaging buildings across the capital and sending a giant mushroom cloud into the sky. (AP Photo/Hussein Malla)
Dampak ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon (AP/Hussein Malla)
Beirut -

Kedutaan Besar Filipina di Lebanon mengonfirmasi bahwa dua warganya meninggal dunia akibat ledakan besar di pelabuhan Beirut. Beberapa warga Filipina lainnya dilaporkan luka-luka akibat ledakan ini dan belasan lainnya masih hilang.

Seperti dilansir CNN, Rabu (5/8/2020), Kedutaan Besar Filipina dalam pernyataannya menyebut delapan warga Filipina lainnya mengalami luka-luka, dengan satu orang kini dalam kondisi kritis namun stabil di rumah sakit setempat.

Dua korban luka di antaranya disebut sebagai bagian dari 13 pelaut Filipina yang kapalnya berlabuh di perairan 'berjarak 400 meter dari zona ledakan'.

Sementara 11 orang lainnya dari kelompok pelaut itu, dilaporkan masih hilang.

Kedutaan Besar Filipina menyatakan pihaknya tengah bekerja sama dengan otoritas Lebanon untuk mencari dan memastikan keselamatan warga Filipina yang masih hilang hingga kini.

"Filipina menyampaikan simpati dan belasungkawa paling mendalam kepada pemerintah Lebanon dan rakyatnya, khususnya kepada mereka yang terdampak oleh peristiwa tragis ini," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Filipina kepada CNN.

Data Palang Merah Lebanon menyebut lebih dari 100 orang meninggal dunia akibat dua ledakan besar di pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8) waktu setempat. Sekitar 4 ribu orang lainnya dilaporkan luka-luka.

(nvc/rdp)