Ledakan di Lebanon, Rusia Kirim 5 Pesawat Bawa Pasokan Medis dan Dokter

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 15:48 WIB
Dua ledakan besar mengguncang area pelabuhan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat. Selain menghancurkan jendela gedung, ledakan ini juga merusak sejumlah mobil.
Situasi di Beirut, Lebanon usai diguncang ledakan dahsyat (Marwan Tahtah/Getty Images)
Moskow -

Pemerintah Rusia mengirimkan lima pesawat yang membawa perlengkapan medis dan tim dokter ke Lebanon usai terjadi ledakan dahsyat. Rusia juga mengirimkan tim terlatih secara khusus dalam upaya pencarian dan penyelamatan (SAR).

Seperti dilansir Associated Press dan CNN, Rabu (5/8/2020), tim dokter Rusia ini nantinya akan mendirikan rumah sakit darurat di Beirut untuk membantu para korban ledakan tersebut.

Dalam pernyataan via kantor berita Rusia, TASS, Kementerian Urusan Situasi Darurat Rusia menyatakan pihaknya mengirimkan tim penyelamat, tenaga medis, sebuah rumah sakit darurat dan sebuah laboratorium mobile untuk tes virus Corona (COVID-19) ke Lebanon.

Selain Rusia, negara-negara lain seperti Prancis dan Yordania juga tengah mengirimkan bantuan ke Lebanon. Prancis sebelumnya menyatakan pihaknya mengirim dua pesawat yang membawa puluhan petugas darurat, sebuah unit medis mobile dan 15 ton bantuan. Kantor Presiden Emmanuel Macron menyatakan bantuan itu akan memampukan perawatan bagi sekitar 500 korban.

Yordania dalam pernyataannya menyebut pihaknya mengerahkan satu unit rumah sakit darurat termasuk seluruh personel yang diperlukan. Sementara Mesir telah mendirikan sebuah rumah sakit darurat di Beirut untuk membantu merawat korban luka.

Ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut sejauh ini menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai 4 ribu orang lainnya. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, namun otoritas Lebanon menyebut dugaan sejumlah besar amonium nitrat yang menjadi pemicu ledakan dahsyat ini.

Peristiwa tragis di Lebanon ini terjadi saat negara ini tengah dilanda krisis ekonomi dan berjuang menghadapi pandemi Corona. Sejauh ini, Lebanon mencatat lebih dari 5 ribu kasus Corona, dengan 65 kematian.

(nvc/rdp)