Pakar Kesehatan Top AS Khawatirkan Vaksin Corona Buatan China dan Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 13:21 WIB
Dr. Anthony Fauci , director of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases speaks during a meeting with US President Donald Trump and Louisiana Governor John Bel Edwards D-LA in the Oval Office of the White House in Washington, DC on April 29, 2020. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Dr Anthony Fauci (AFP/MANDEL NGAN)
Washington DC -

Pakar kesehatan terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, melontarkan kekhawatiran soal keamanan vaksin virus Corona (COVID-19) yang tengah dikembangkan oleh China dan Rusia. Fauci mendorong otoritas AS untuk berhati-hati terhadap vaksin Corona produksi kedua negara tersebut.

Beberapa perusahaan China diketahui berada di garis depan dalam kompetisi pengembangan vaksin Corona secara global. Sementara Rusia pernah melontarkan harapan untuk menjadi negara pertama yang berhasil memproduksi vaksin Corona untuk publik, dengan target September mendatang.

Namun, obat-obatan itu kemungkinan besar akan menghadapi pemeriksaan ketat mengingat bahwa sistem regulasi di kedua negara jauh lebih samar dibandingkan negara-negara Barat.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (1/8/2020), kekhawatiran soal vaksin China dan Rusia itu disampaikan Fauci dalam rapat dengar pendapat dengan Kongres AS pada Jumat (31/7) waktu setempat. Dalam rapat itu, Fauci ditanya apakah AS bisa menggunakan vaksin China atau Rusia jika kedua negara itu berhasil memproduksinya terlebih dulu. Fauci mengindikasikan hal itu tidak mungkin dilakukan.

"Saya berharap agar China dan Rusia benar-benar menguji vaksin sebelum mereka menyuntikkan vaksinnya kepada siapa pun," ucap Fauci yang merupakan pakar penyakit menular ini.

"Klaim-klaim soal vaksin yang siap didistribusikan sebelum Anda melakukan uji coba, saya pikir, itu sangat bermasalah," sebutnya.

"Kita bergerak dengan sangat cepat. Saya tidak yakin bahwa akan ada vaksin, sejauh ini di depan kita, sehingga kita akan bergantung pada negara-negara lain untuk mendapatkan vaksin bagi kita," cetus Fauci yang menjabat Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) sejak tahun 1984.

Tonton juga 'Anti-masker, Politikus AS Herman Cain Meninggal Akibat Coron':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2