Pemimpin Sekte Korsel Ditangkap Terkait Klaster Corona Terbesar

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 11:48 WIB
FILE - In this March 2, 2020, file photo, Lee Man-hee, chairman of the Shincheonji Church of Jesus, attends at a press conference in Gapyeong, South Korea. South Korean prosecutors have arrested the elderly leader of a secretive religious sect as part of an investigation into allegations the church hampered the government’s anti-coronavirus response after thousands of worshipers were infected in February and March. (Kim Ju-sung/Yonhap via AP, File)
Lee Man-Hee, pemimpin sekte Korsel, Shincheonji, yang menjadi klaster penularan Corona terbesar di negara itu (Kim Ju-sung/Yonhap via AP, File)
Seoul -

Otoritas Korea Selatan (Korsel) akhirnya menangkap pemimpin dan pendiri sekte Kristen, Shincheonji, yang sempat menjadi pusat penyebaran virus Corona (COVID-19) di negara tersebut. Pemimpin sekte Shincheonji itu dituduh menyembunyikan informasi krusial dari otoritas setempat yang melakukan pelacakan kontak.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (1/8/2020), Lee Man-Hee merupakan pemimpin sekte bernama Gereja Shincheonji Yesus yang diketahui terkait dengan lebih dari 5.200 kasus Corona, atau sekitar 36 persen dari total kasus positif di Korsel. Dengan angka itu, sekte Shincheonji menjadi klaster Corona terbesar di Korsel.

Sejauh ini, total 14.336 kasus Corona tercatat di wilayah Korsel, dengan 301 kematian.

Jaksa setempat mendakwa Lee yang berusia 89 tahun ini berkonspirasi dengan jajaran pemimpin sekte lainnya dalam menahan informasi dari otoritas Korsel, saat pandemi Corona mencapai puncak di kalangan pengikutnya. Diketahui bahwa Shincheonji tercatat memiliki lebih dari 200 ribu pengikut di berbagai wilayah Korsel.

Laporan kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, menyebut bahwa Lee juga didakwa menyembunyikan informasi detail soal para pengikutnya dan tempat-tempat pertemuan mereka, saat otoritas Korsel berupaya melakukan pelacakan kontak pada Februari lalu.

Di kalangan pengikutnya, Lee diketahui menyebut virus Corona sebagai 'upaya iblis' untuk menghentikan pertumbuhan sekte Shincheonji.

Tidak hanya itu, Lee juga diduga menggelapkan dana dari kelompok sektenya sebesar 5,6 miliar Won (Rp 68,9 miliar), termasuk dana 5 miliar Won (Rp 61,5 miliar) yang diduga dipakai untuk membangun fasilitas retret.

Dalam pernyataannya, pihak sekte Shincheonji menegaskan bahwa Lee khawatir soal permintaan pemerintah untuk informasi pribadi para pengikutnya, namun menegaskan dia tidak berupaya menyembunyikan apapun.

Lee ditangkap segera oleh jaksa Korsel pada Sabtu (1/8) waktu setempat, setelah sebuah pengadilan di distrik Suwon, Seoul bagian selatan, mengabulkan dan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya. Penangkapan dilakukan dengan pertimbangan Lee bisa merusak barang bukti.

Tonton video 'Bahu Membahu Selebriti-Petani di Korsel Hadapi Krisis Ekonomi':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/jbr)