Round-Up

Pengakuan Getir Anwar Ibrahim yang Baru Sadar Ditipu Mahathir

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 06:40 WIB
In this Feb. 22, 2020, photo, Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad shakes hand with successor Anwar Ibrahim in Putrajaya, Malaysia.  Political tension is building in Malaysia amid talks that Mahathir will pull his party out of the ruling alliance and team up with opposition parties to form a new government in a major political upheaval. It will thwart his named successor Anwar Ibrahim from taking over.(AP Photo/Vincent Thian)
Foto: Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad (AP Photo/Vincent Thian)
Jakarta -

Politikus terkemuka Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkap pengakuan getir. Anwar kini menyadari dirinya telah ditipu oleh mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad.

Mahathir Mohamad saat masih menjabat sebagai PM sebelumnya pada Mei 2018 lalu menegaskan ia tidak akan langsung menyerahkan estafet kepemimpinan ke Anwar, tetapi ia akan menduduki jabatan itu selama dua tahun dulu. Dalam pernyataannya kemudian, Mahathir mengatakan, "Dalam tahap awal, mungkin berlangsung selama satu atau dua tahun, saya lah perdana menterinya."

Anwar mengaku dirinya sadar ditipu Mahathir saat Mahathir menjanjikan akan menyerahkan jabatan PM Malaysia kepadanya. Pengakuan itu disampaikan Anwar, yang merupakan Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), dalam wawancara eksklusif dengan Sin Chew Daily, seperti dilansir The Star, Senin (27/7/2020).

Anwar mengatakan dirinya sejak awal mempercayai bahwa Mahathir Mohamad akan memenuhi janji untuk menyerahkan kepemimpinan setelah dua tahun menjabat.

"Kita tidak tahu sebelumnya, tapi sekarang kita tahu," ucap Anwar dalam wawancara tersebut.

Lebih lanjut, Anwar mengakui ada banyak pihak yang menentang dirinya menjadi PM Malaysia. Pihak-pihak itu disebutnya menentang dengan memainkan 'kartu ras' dan menyebutnya 'kurang Melayu'.

"Banyak miliarder, termasuk seorang Melayu kaya raya yang saya kenal. Saya juga tahu pihak-pihak yang korup juga menentang saya. Mereka memainkan kartu ras dengan mengatakan 'Anwar tidak terlalu Melayu, dan dia tidak melindungi Melayu'," ucap Anwar.

"Saya telah mengambil sikap ini dengan tegas, terutama karena target kita adalah meningkatkan perekonomian. Semua orang bisa sukses. Kita harus mendukung pihak-pihak dengan potensi, termasuk pengusaha China. Saya peduli soal kesejahteraan rakyat. Saya benci pihak-pihak yang mencuri dari orang miskin," imbuhnya.

Tonton video 'Anwar Ibrahim: Mahathir Jangan Lewat 'Pintu Belakang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2