Pria Korut Suspek Corona Kabur dari Korsel karena Kejahatan Seks

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 16:23 WIB
Korea Utara (Korut) meledakkan kantor penghubung antar Korea di dekat perbatasan Korea Selatan (Korsel) pada hari Selasa (16/6/2020).
Ilustrasi -- Perbatasan Korut dan Korsel (Getty Images/Chung Sung-Jun)
Seoul - Kepolisian Korea Selatan (Korsel) mengonfirmasi seorang suspect pasien virus Corona (COVID-19) yang masuk ke wilayah Korea Utara (Korut) diduga menghindari penangkapan di Korsel. Korut menerapkan lockdown di kota industri Kaesong yang terletak di perbatasan Korsel usai melaporkan satu kasus suspect Corona.

Media nasional Korut dalam laporan pada Minggu (26/7) waktu setempat, melaporkan satu kasus suspect Corona di wilayahnya -- merupakan yang pertama di Korut. Disebutkan media nasional Korut bahwa suspect Corona merupakan seorang pria yang membelot ke Korsel sekitar 3 tahun lalu dan kembali ke Korut secara ilegal pada awal bulan ini.

Seperti dilansir CNN, Senin (27/7/2020), Kementerian Pertahanan Korsel mengakui hal tersebut pada Senin (27/7) waktu setempat. Disebut bahwa pria itu telah kembali lagi ke Korut.

Dalam keterangan pers terbaru, Kepolisian Korsel menyatakan bahwa pria itu dituduh atas tindak kejahatan seks di Korsel dan menyeberangi perbatasan Korut-Korsel melalui wilayah Incheon pada 17 Juli lalu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Moon Hong-Sik, menyatakan bahwa otoritas setempat menemukan sebuah tas yang ditinggal di perbatasan, yang diyakini mungkin menjadi bukti dalam kasus ini.

Identitas pria pembelot itu tidak diungkap ke publik. Namun secara terpisah, Kementerian Kesehatan Korsel menyatakan pria itu tidak tercatat sebagai pasien Corona di Korsel, juga tidak tercatat sebagai kontak dekat dari kasus positif Corona di Korsel.

Pemimpin Korut, Kim Jong-Un, menerapkan lockdown sepenuhnya pada kota Kaesong, yang terletak di dekat perbatasan Korsel, sejak Jumat (24/7) pekan lalu. Lockdown diterapkan setelah Korut melaporkan satu orang di wilayah itu diduga mengalami gejala-gejala Corona. Korut menyebut 'virus ganas' telah memasuki negara itu.

Jika terbukti benar orang itu terinfeksi Corona, maka dia akan menjadi kasus Corona pertama di Korut. Diketahui bahwa selama ini otoritas Korut selalu mengklaim tidak ada kasus Corona di wilayahnya. (nvc/ita)