Ibu Kota Xinjiang Lockdown, Wabah Baru Corona Menyebar ke Kota Kedua

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 18:15 WIB
Pemerintah China klaim kamp di Xinjiang, China, tawarkan pelatihan sukarela bagi etnis Uighur. Namun, dokumen rahasia yang bocor ke publik berkata sebaliknya.
Ilustrasi -- Situasi di Xinjiang (AP Photo)
Beijing -

Wabah terbaru virus Corona (COVID-19) telah menyebar ke kota kedua di Xinjiang, China bagian barat laut. Lonjakan kasus baru Corona sebelumnya hanya tercatat di Urumqi, ibu kota Xinjiang, yang kini menerapkan lockdown (penguncian) untuk mengendalikan penyebaran Corona.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (20/7/2020), otoritas China melaporkan 22 kasus Corona dalam sehari, dengan 17 kasus di antaranya tercatat di wilayah Xinjiang. Sebanyak 17 kasus Corona yang muncul di Xinjiang sepanjang Minggu (19/7) itu merupakan kasus domestik atau penularan di tengah masyarakat.

Menurut otoritas setempat, satu dari 17 kasus baru itu muncul di kota Kashgar. Sebanyak 16 kasus lainnya tercatat di wilayah Urumqi.

Ini berarti sejak Rabu (15/7) pekan lalu, sudah 47 kasus Corona yang tercatat muncul di Xinjiang. Sebelum itu, menurut otoritas kesehatan Xinjiang yang dikutip CNN, tidak ada satupun kasus Corona yang tercatat di Urumqi selama nyaris lima bulan.

Sejak pekan lalu, Urumqi juga mencatat 50 kasus Corona tanpa gejala (asymptomatic) -- yang oleh otoritas China tidak dianggap sebagai kasus Corona terkonfirmasi sehingga tidak dimasukkan ke dalam data penghitungan resmi.

Otoritas di kota Urumqi telah berupaya mencegah penyebaran Corona dengan menutup sejumlah area permukiman dan memberlakukan pembatasan perjalanan bagi warganya. Wilayah Xinjiang selama ini dikenal sebagai wilayah yang banyak ditinggali etnis minoritas Uighur dan kelompok etnis minoritas lainnya.

Laporan terbaru CNN menyebut bahwa lockdown 'masa perang' telah diterapkan di Urumqi. Di bawah lockdown ini, otoritas Urumqi memberlakukan langkah-langkah tegas dan menyeluruh demi membatasi penyebaran virus Corona.

Lockdown semacam ini mirip dengan yang sebelumnya diterapkan di Beijing, saat muncul cluster penularan baru di pasar makanan Xinfadi.

(nvc/ita)