Ada Cluster Baru Corona di Xinjiang, China Lakukan Tes Massal

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 01:14 WIB
Otoritas kota Beijing, China kini mampu melakukan pemeriksaan virus Corona (COVID-19) terhadap nyaris 1 juta orang setiap harinya.
Foto: Ilustrasi (Getty Images)
Beijing -

Otoritas China menghadapi kemunculan cluster baru virus Corona (COVID-19) di wilayah Xinjiang, China. Untuk menghalau cluster tersebut semakin luas, otoritas China melakukan pemeriksaan kesehatan tes massal di Xinjiang.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (19/7/2020), kasus-kasus baru menggambarkan kesulitan yang terus menerus dihadapi Cina dalam memberantas penularan virus Corona, di mana virus itu muncul pertama kali di pusat Kota Wuhan pada akhir tahun lalu sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Tes massal dilakukan sehari setelah pihak berwenang membatasi sebagian besar penerbangan ke Urumqi dan menutup layanan kereta bawah tanah lokal serta angkutan umum. Urumqi telah mencatat 17 kasus virus Corona baru pada Sabtu (18/7), kata pihak berwenang dalam sebuah pertemuan.

Menurut Kepala Komisi Kesehatan setempat Zhang Wei, pemeriksaan massal dimulai di sebuah bangunan yang telah melaporkan kasus baru dan akhirnya mencakup semua Urumqi.

"Seluruh kota telah memasuki 'negara masa perang', dan akan menangguhkan semua jenis kegiatan kelompok," kata seorang pejabat pada saat pertemuan itu, menurut laporan media pemerintah.

Penduduk Urumqi juga didesak untuk tidak meninggalkan kota kecuali benar-benar diperlukan. Penguncian ketat di seluruh negeri China dan pengujian virus Corona yang luas, membawa dampak pandemi Corona di bawah kendali.

Tetapi sebuah cluster baru muncul di Beijing pada bulan Juni lalu dan menginfeksi lebih dari 330 orang. Xinjiang sendiri adalah salah satu daerah pertama yang mengizinkan siswa kembali ke sekolah pada akhir Maret setelah pihak berwenang menyatakan diakhirinya gelombang awal wabah COVID-19.

(rfs/rfs)