Kapal Induk AS Kembali Berlayar ke Laut China Selatan di Tengah Ketegangan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 16:23 WIB
PACIFIC OCEAN - MARCH 12:  In this handout provided by the U.S. Navy, the Nimitz-class aircraft carrier USS Ronald Reagan (CVN 76) is underway in the U.S. 7th Fleet area of responsibility in the Pacific Ocean March 12, 2011. Ronald Reagan is en route toward Japan to render humanitarian assistance and disaster relief as directed. (Photo by U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Dylan McCord/U.S. Navy via Getty Images)
Ilustrasi -- USS Ronald Reagan (Getty Images)
Washington DC -

Untuk kedua kalinya dalam dua pekan ini, Amerika Serikat (AS) mengerahkan dua kapal induknya ke perairan Laut China Selatan. Pengerahan ini dilakukan saat AS dan China sama-sama saling tuduh memicu ketegangan di kawasan.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/7/2020), dua kapal induk AS itu, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan, diketahui melakukan operasional dan latihan militer di perairan Laut China Selatan antara 4-6 Juli lalu. Pada Jumat (17/7) waktu setempat, kedua kapal induk itu kembali lagi ke Laut China Selatan.

"Kelompok Serbu Kapal Induk Nimitz dan Reagan sedang beroperasi di Laut China Selatan, di mana pun hukum internasional mengizinkan, untuk memperkuat komitmen kita untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, sebuah peraturan yang didasarkan aturan internasional, dan untuk sekutu dan mitra kita di kawasan," ucap Komandan USS Nimitz, Laksamana Muda Jim Kirk, dalam pernyataannya.

Ditegaskan Kirk dalam pernyataannya bahwa kehadiran kapal-kapal induk AS bukan merespons situasi politik terkini. Meskipun diketahui hubungan antara AS dan China saat ini tegang akibat beberapa isu, mulai dari virus Corona (COVID-19), kemudian perdagangan hingga soal Undang-undang (UU) Keamanan Hong Kong.

Sengketa di perairan Laut China Selatan semakin memanas, di mana Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam menantang klaim China atas 90 persen wilayah perairan strategis tersebut.

Awal bulan ini, China menggelar latihan militer di perairan sengketa yang langsung menuai kecaman keras dari Vietnam dan Filipina. Pada saat bersamaan, dua kapal induk AS berlayar di jalur perairan strategis tersebut, dalam aktivitas yang disebut Angkatan Laut AS sebagai latihan yang direncanakan sebelumnya.

Angkatan Laut AS menyatakan bahwa kapal-kapal induk AS itu melakukan serangkaian latihan di perairan Pasifik Barat, termasuk di Laut China Selatan yang membentang sekitar 1.500 kilometer.

(nvc/rdp)