Imbas UU Keamanan Baru, Perwakilan Taiwan di Hong Kong Angkat Kaki

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 17:16 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen disebut bergaya ekstremis
Foto: Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen (BBC World)
Taipei -

Taiwan mengatakan perwakilan utamanya di Hong Kong telah kembali ke negaranya karena "hambatan politik yang tidak perlu". Selain itu, Taiwan menolak menandatangani pernyataan pro-Beijing.

Seperti dilansir AFP, Jumat (117/7/2020) China marah kepada Taiwan yang mendukung aksi-aksi protes pro-demokrasi di Hong Kong. China juga marah atas keputusan Taiwan untuk membuka kantor perwakilan guna membantu warga Hong Kong yang ingin pindah ke pulau itu.

Undang-undang Keamanan Nasional baru yang disahkan China, yang diberlakukan terhadap Hong Kong akhir bulan lalu, memerintahkan organisasi politik Taiwan untuk mengumumkan staf dan asetnya.

"Kao Ming-tsun, penjabat direktur Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei, 'terpaksa kembali ke Taiwan karena pihak Hong Kong melanggar konsensus dan membuat hambatan politik yang tidak perlu," kata juru bicara Dewan Urusan Daratan (China), Chiu Chui-cheng.

Chiu menolak untuk menjelaskan apa hambatannya. Berita Up Media Taiwan melaporkan bahwa Kao menolak menandatangani pernyataan yang mendukung pandangan China bahwa Taiwan adalah bagian dari "satu China" ketika ia memperbarui visa kerjanya.

Sebuah sumber di Taipei yang tahu tentang keputusan Kao, mengatakan kepada AFP bahwa dia menolak untuk menandatangani pernyataan yang disampaikan oleh otoritas Hong Kong.

Diketahui bahwa Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menolak gagasan "satu China". Tsai memandang pulau yang demokratis dan dengan pemerintahan sendiri itu sebagai negara yang merdeka secara de facto.

Selanjutnya
Halaman
1 2