International Updates

Trump Copot Manajer Kampanye, China Tak Takut AS Soal Laut China Selatan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 17:34 WIB
President Donald Trump speaks during a campaign rally at the BOK Center, Saturday, June 20, 2020, in Tulsa, Okla. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden AS Donald Trump saat acara kampanyenya di Tulsa (Foto: AP/Evan Vucci)
Jakarta -

Kampanye Donald Trump untuk Pilpres AS November yang akan datang semakin sengit. Trump pun mencopot manajer kampanyenya usai kampanye di Tulsa sepi pendukung.

Seperti dilansir BBC, Kamis (16/7/2020) Trump mengatakan ia telah memilih Bill Stepien, seorang direktur lapangan untuk kampanyenya pada 2016, untuk menggantikan manajer kampanye Brad Parscale.

Parscale - yang kabarnya disalahkan oleh kalangan dalam Trump atas sepinya pendukung di acara kampanye di Oklahoma bulan lalu - akan tetap menjadi penasihat senior.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (16/7/2020):

- China Tegaskan Tak Takut Sanksi AS Terkait Laut China Selatan

Otoritas China menyatakan tidak takut dengan sanksi apapun yang mungkin dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terkait situasi di perairan Laut China Selatan. China justru menuduh AS memicu masalah dan mengganggu kestabilan kawasan tersebut.

Seperti dilansir Reuters dan China Global Television Network (CGTN), Kamis (16/7/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menuturkan kepada wartawan bahwa China mengharapkan AS tidak melangkah lebih jauh menuju jalan yang salah terkait isu sengketa Laut China Selatan.

"Sebagai negara paling maju dengan kekuatan besar dan satu-satunya superpower di dunia, AS dengan ceroboh menjatuhkan sanksi atau mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada pihak lain, itu sungguh menyedihkan. Kami berharap 'sanksi' tidak akan menjadi label terbesar dan paling bersinar yang mengingatkan pada AS. Itu seharusnya sungguh-sungguh mencerminkan kebijakannya," ujar Hua dalam konferensi pers.

- PRT Indonesia di Malaysia Kabur Usai Curi Duit Majikan Rp 219 Juta

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia diduga telah mencuri uang tunai sebanyak 64 ribu Ringgit (Rp 219 juta) milik majikannya yang bekerja sebagai seorang kepala perawat di Malaysia. PRT Indonesia itu diketahui melarikan diri usai melakukan tindak pencurian.

Seperti dilansir The Star, Kamis (16/7/2020), Wakil Komisioner Kepolisian Iskandar Puteri, Dzulkhairi Mukhtar, menyebut tindak pencurian terjadi di rumah korban yang ada di area Horizon Hill, Iskandar Puteri, Johor pada Rabu (15/7) waktu setempat.

Korban yang berusia 55 tahun ini mengetahui pencurian tersebut setelah putrinya yang berusia 28 tahun memberitahunya pada Rabu (15/7) pagi, sekitar 11.00 waktu setempat.

Tonton video 'Presiden Trump Akan Larang Karyawan Huawei Masuk Amerika Serikat':

- Ada Apa di Balik Rentetan Insiden Ledakan dan Kebakaran di Iran?

Serentetan insiden kebakaran dan ledakan terjadi di fasilitas-fasilitas Iran. Sebagian insiden ini masih menyisakan misteri. Apa yang sebenarnya terjadi di Iran?

Selanjutnya
Halaman
1 2