Kembali ke Sekolah Saat Pandemi Corona, Siswa Malaysia Tetap Tenang

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 10:51 WIB
A high school teacher checks the temperature of a student on the first day after being reopened following restrictions to halt the spread of the COVID-19 coronavirus in Kuala Lumpur on June 24, 2020. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Ilustrasi -- Siswa Malaysia kembali ke sekolah di tengah pandemi virus Corona (AFP/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur -

Siswa kelas 5 dan kelas 6 di beberapa wilayah Malaysia telah kembali masuk sekolah, setelah empat bulan belajar di rumah sebagai imbas dari pandemi virus Corona (COVID-19). Para orangtua masih merasa skeptis dan khawatir, namun para siswa justru tampak tenang saat mulai masuk sekolah.

Seperti dilansir The Star, Kamis (16/7/2020), Ketua Dewan Direksi Sekolah Jenis Kebangsaan (SJK) (C), Eddie Heng Hong Chai, yang menyambut siswa di gerbang sekolah pada pagi hari pukul 06.30 waktu setempat, menyatakan bangga dengan sikap para siswa saat mereka tiba di sekolah mulai Rabu (15/7) waktu setempat.

"Mereka diberi pengarahan soal Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Selasa (14/7) via Google Meet. Sekolah memberikan edaran, pengingat dan video instruksional soal SOP yang direkam oleh para guru," tutur Eddie Heng dalam pernyataannya.

"Video itu memungkinkan para siswa untuk memahami apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan saat new normal. Kami sangat senang mendapati para siswa kembali karena sudah terlalu sepi tanpa kehadiran mereka," imbuhnya.

Eddie Heng menyebut suasana hari pertama masuk sekolah usai empat bulan belajar di rumah, penuh ketenangan. Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa SOP akan terus disesuaikan dan ditingkatkan.

"Keselamatan anak-anak merupakan hal paling penting," ucap Eddie Heng yang juga menjabat Presiden Dewan Bahasa Malaysia China.

Sekolah-sekolah di Malaysia telah bersiap menyambut kembali para siswa sejak Mei. Dewan direksi sekolah bahkan menghabiskan 10 ribu Ringgit untuk menyediakan termometer bagi setiap siswa dan 50 ribu Ringgit untuk membangun 24 keran baru dan dispenser sabun demi meningkatkan kebiasaan cuci tangan.

Tonton video 'Melihat Hari Pertama Siswa di Konawe Masuk Sekolah di Masa Pandemi':

Selanjutnya
Halaman
1 2