International Updates

Masuk Mekah Tanpa Izin Kena Denda, Acara Pemakaman Wali Kota Seoul Diprotes

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 17:42 WIB
Muslim worshippers wear masks after the noon prayers outside the Grand Mosque, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Saturday, March 7, 2020. Few worshippers were allowed to circumambulate the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, over fears of the new coronavirus. (AP Photo/Amr Nabil)
Foto: AP Photo/Amr Nabil

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Senin (13/7/2020), tambahan 230.370 kasus Corona dalam 24 jam terakhir mencetak rekor sebagai tambahan kasus harian tertinggi secara global. Rekor sebelumnya tercapai pada 10 Juli lalu, saat 228.102 kasus Corona tercatat dalam sehari secara global.

WHO menyebut bahwa tambahan kasus Corona terbesar dilaporkan berasal dari Amerika Serikat (AS), Brasil, India dan Afrika Selatan.

- Denda Rp 38 Juta Bagi yang Masuk Mekah Tanpa Izin Selama Musim Haji

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan akan mengenakan denda 10.000 riyal Saudi (sekitar Rp 38 juta) untuk pendatang ilegal yang memasuki kota suci Mekah. Aturan ini diberlakukan selama musim haji mendatang yang diselenggarakan secara terbatas di tengah wabah Corona.

Seperti dilansir dari kantor berita Al Arabiya, Minggu (12/7/2020) Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Saudi mengatakan denda itu akan mulai berlaku mulai 19 Juli (28 Dhul Qadah) hingga 2 Agustus (12 Dhul Hijjah).

Denda akan berlipat ganda menjadi 20.000 riyal Saudi (US$ 5.332) untuk pelanggar yang mengulangi lagi pelanggarannya.

"Sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri meminta semua warga dan penduduk untuk mematuhi instruksi untuk musim haji tahun ini, menekankan bahwa petugas keamanan akan memulai tugas mereka di semua jalan dan jalur yang mengarah ke situs suci untuk mencegah pelanggaran dan mengontrol setiap upaya untuk memasuki area selama periode yang ditentukan," kata Kemendagri Saudi dalam pernyataannya seperti dirilis oleh Saudi Press Agency (SPA).

- China Umumkan Sanksi Balasan terhadap AS Atas Isu HAM Uighur

Pemerintah China mengumumkan sanksi balasan terhadap tiga anggota parlemen senior Republik dan seorang utusan Amerika Serikat. Sanksi ini merupakan lanjutan dari perselisihan AS dan China terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap warga Uighur di wilayah Xinjiang barat.

Seperti dilansir dari AFP, Senin (13/7/2020) beberapa kritikus yang paling blak-blakan terhadap China - Senator Marco Rubio dan Ted Cruz bersama dengan Anggota Kongres Chris Smith - menjadi sasaran aksi balas dendam tersebut, serta duta besar AS untuk kebebasan beragama internasional, Sam Brownback.

"Sanksi yang sesuai" ini diumumkan beberapa hari setelah AS memberlakukan larangan visa dan pembekuan aset pada beberapa pejabat China, termasuk ketua Partai Komunis di Xinjiang, Chen Quanguo, atas pelanggaran HAM di wilayah tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan pada para wartawan bahwa langkah itu "sebagai tanggapan atas tindakan salah AS".

Halaman

(ita/ita)