China Tuduh Menlu AS Sebar Hoax untuk Memfitnah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 18:19 WIB
Secretary of State Mike Pompeo delivers a statement on Iraq and Syria, at President Donald Trumps Mar-a-Lago property, Sunday, Dec. 29, 2019, in Palm Beach, Fla. (AP Photo/ Evan Vucci)
Menlu AS Mike Pompeo (AP Photo/ Evan Vucci)
Beijing -

Pemerintah China menuduh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo telah menyebar berita palsu atau hoax untuk memfitnah China di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela. China menyebut AS berniat merusak hubungan antara China dengan negara-negara lain.

Seperti dilansir CNN, Kamis (9/7/2020), tuduhan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri China dalam konferensi pers terbaru. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menuduh Pompeo telah 'mengarang segala macam berita palsu' soal respons China terhadap pandemi Corona.

"Untuk beberapa waktu, Pompeo terus mengarang segala macam berita palsu untuk menyerang dan memfitnah China dan berupaya meracuni hubungan antara China dan negara-negara lain," ujar Zhao dalam konferensi pers pada Kamis (9/7) waktu setempat.

Tuduhan dari China itu disampaikan setelah Pompeo, pada Rabu (8/7) waktu setempat, melontarkan komentar: "Beijing mengklaim selama berbulan-bulan bahwa pihaknya melaporkan wabah virus ini kepada WHO. Sekarang kita tahu itu tidak benar juga."

Pompeo juga menyebut bahwa Partai Komunis yang berkuasa di China 'memiliki masalah kredibilitas yang sangat besar'. "Mereka gagal memberitahu dunia kebenaran soal virus ini, dan sekarang ratusan ribu orang di seluruh dunia meninggal," ucap Pompeo merujuk pada Partai Komunis China.

Ditegaskan Zhao dalam konferensi pers bahwa China telah memberikan informasi terbaru soal wabah virus Corona kepada WHO sesegera mungkin. Zhao juga mendorong Pompeo untuk 'memperbaiki kesalahannya' dan 'berhenti menyebarkan virus politik sebelum dia menjadi bahan tertawaan komunitas internasional'.

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis kronologi terbaru soal tahap-tahap awal krisis virus Corona. Dalam kronologi terbaru itu diketahui bahwa kasus pneumonia akibat Corona pertama di Wuhan dilaporkan oleh kantor cabang WHO yang ada di China dan bukan oleh pemerintah China sendiri.

Dalam versi lebih detail itu disebutkan bahwa kantor cabang WHO di China, pada 31 Desember 2019, memberitahu kontak regionalnya soal keberadaan kasus 'pneumonia virus' setelah menemukan pernyataan media pada situs Komisi Kesehatan Wuhan. Pemerintah China baru memberikan informasi soal wabah Corona pada 3 Januari 2020, setelah WHO dua kali mengajukan permintaan informasi kepada China pada 1 dan 2 Januari.

(nvc/ita)