International Updates

Laporan Pertama Corona Bukan dari China, Kapal Induk AS ke Laut China Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 18:12 WIB
Hand of scientist is holding a test-tube with positive blood test on CORONAVIRUS
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/andriano_cz)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa laporan awal soal virus Corona (COVID-19) bukan datang dari pemerintah China secara resmi. Sementara Amerika Serikat (AS) mengirimkan dua kapal induknya ke perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menuturkan dalam konferensi pers pada 20 April, bahwa laporan pertama soal Corona datang dari China. Namun saat itu Tedros tidak menyebut secara spesifik apakah laporan dikirimkan oleh pemerintah China atau sumber lain.

Namun ternyata, laporan terbaru soal kronologi pandemi Corona yang dirilis WHO pada pekan ini mengungkapkan bahwa pemerintah China baru memberikan informasi resmi soal Corona beberapa hari setelah diminta konfirmasi oleh WHO, yang mendapat laporan awal dari kantor cabangnya di Negeri Tirai Bambu itu.

Sementara itu, Angkatan Laut AS mengirimkan dua kapal induknya ke perairan Laut China Selatan. Pengiriman dua kapal induk AS ini dimaksudkan untuk berpartisipasi dalam latihan militer di perairan yang menjadi sengketa beberapa negara itu.

Berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (4/7/2020):

- WHO Akui Laporan Pertama soal Corona Bukan dari Pemerintah China

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperbarui laporan soal tahap-tahap awal krisis virus Corona (COVID-19). Diakui oleh WHO bahwa kasus pneumonia akibat Corona pertama di Wuhan dilaporkan oleh kantor cabang WHO yang ada di China dan bukan oleh pemerintah China sendiri.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/7/2020), WHO merilis timeline atau kronologi soal komunikasinya pada 9 April lalu, menanggapi kritikan soal respons awal terhadap virus Corona yang kini merajalela secara global dan menewaskan lebih dari 523 ribu orang.

Dalam kronologi itu, WHO hanya menyebut bahwa Komisi Kesehatan Kota Wuhan di Provinsi Hubei telah melaporkan sejumlah kasus pneumonia pada 31 Desember 2019. WHO tidak menyebut secara spesifik soal siapa yang memberikan laporan tersebut.

Kronologi terbaru yang dirilis WHO pada pekan ini memberikan versi lebih detail. Menurut kronologi terbaru itu, kantor cabang WHO di China, pada 31 Desember 2019, memberitahu kontak regionalnya soal keberadaan kasus 'pneumonia virus' setelah menemukan pernyataan media pada situs Komisi Kesehatan Wuhan.

- Total Kasus Corona di Arab Saudi Lampaui 200 Ribu

Total kasus virus Corona (COVID-19) di Arab Saudi telah melampaui angka 200 ribu kasus. Kenaikan jumlah kasus ini diumumkan beberapa pekan sebelum dimulainya ibadah haji tahun ini, yang digelar secara terbatas akibat pandemi Corona.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/7/2020), Kementerian Kesehatan Saudi melaporkan 4.193 kasus baru Corona sepanjang Jumat (3/7) waktu setempat. Dengan demikian, sebut Kementerian Kesehatan Saudi, total 201.801 kasus Corona kini terkonfirmasi di wilayah Saudi.

Total kematian akibat virus Corona di Saudi dilaporkan mencapai 1.802 orang.

Tonton juga 'Sejumlah Negara Diminta WHO Kembali Lockdown':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2