Belum Ada Lampu Hijau dari AS, Israel Beri Sinyal Tunda Pencaplokan Tepi Barat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 01:05 WIB
Sejumlah warga Palestina turun ke jalan untuk tolak rencana aneksasi Israel di Tepi Barat. Dalam aksi itu demonstran membawa poster hingga bendera Palestina.
Ilustrasi (warga Palestina demo tolak pencaplokan Tepi Barat (Foto: AP Photo)
Yerusalem -

Seorang menteri pemerintah mengatakan pencaplokan Israel di Tepi Barat mungkin di lakukan dalam beberapa minggu ke depan. Israel menyebut pihaknya mungkin menunda pencaplokan yang dijadwalkan Rabu (1/7) ini karena tak ada lampu hijau dari Washington, Amerika Serikat.

"Saya pikir itu akan terjadi dalam beberapa minggu atau bulan mendatang, tetapi saya tidak berpengalaman dengan perinciannya," Kata Menteri Energi Yuval Steinitz dalam wawancaranya di Radio Israel, seperti dilansir Reuters, Rabu (1/7/2020).

Seorang asisten Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pembicaraan dengan Washington terus berlanjut. Bahkan Perdana Menteri Israel telah berkonsultasi dengan para pejabat pertahanan Israel pada Rabu waktu setempat. Dalam diskusi itu pencaplokan akan dilakukan "dalam beberapa hari mendatang".

Sementara itu, unjuk rasa persatuan Palestina terjadi di Gaza, sekitar 3.000 warga memadati Jalur Gaza. Mereka memprotes atas rencana pencaplokan tersebut.

Para pemimpin Israel pada bulan Mei memutuskan bahwa musyawarah kabinet dan parlemen untuk memperluas kedaulatan Israel ke permukiman Yahudi dan Lembah Jordan di Tepi barat. Atas koordinasi dengan Amerika Serikan, pencaplokan akan dimulai 1 Juli.

Namun hingga hari ini, belum ada kesepakatan dengan Washington mengenai menerapkan proposal perdamaian Timur Tengah yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump pada Januari lalu itu. Sementara pada Rabu ini, tidak ada rapat kabinet digelar di Gedung Putih.

Para pemimpin Palestina, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Eropa dan negara-negara Arab telah mengecam setiap langkah teritorial sepihak yang direncanakan oleh Israel. Proposal yang menawarkan jalan bagi Israel untuk mencaplok wilayah dan pemukiman Tepi Barat Yahudi, komunitas yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

(lir/lir)