Round-Up

'Rahasia' Trump Berkelebat dari Buku Karya Eks Penasihat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2020 05:12 WIB
A copy of
Foto: 'The Room Where It Happened' karya John Bolton yang membongkar 'rahasia' Trump (AP Photo/Alex Brandon)
Washington DC -

'Rahasia' Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkelebat usai eks penasihat keamanan nasional AS, John Bolton membongkarnya lewat sebuah buku memoar. Trump pun mengajukan gugatan atas buku berjudul 'The Room Where It Happened' itu.

Ada banyak rahasia pemerintah Trump yang diungkap oleh John Bolton di bukunya tersebut. Salah satunya terkait cerita Trump yang setuju dengan pembangunan kamp-kamp penahanan Muslim Uighur di China.

Seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (18/6/2020) menurut Bolton, Trump setuju ketika Presiden China Xi Jinping membela soal penahanan warga Muslim Uighur di kamp-kamp penahanan.

"Menurut penerjemah kami," Bolton menulis, "Trump mengatakan bahwa Xi harus melanjutkan pembangunan kamp-kamp itu, yang menurut Trump adalah hal yang tepat untuk dilakukan."

Menurut dokumen partai Komunis yang bocor yang diterbitkan pada bulan November lalu, setidaknya 1 juta Muslim Uighur ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.

Selain itu, buku Bolton ini juga mengungkap upaya Trump untuk menutupi isu pemanfaatan email pribadi putrinya, Ivanka Trump untuk kegiatan pemerintahan, lewat kasus pembunuhan wartawan senior Saudi, Jamal Khashoggi.

Trump pun sudah membantah isi buku mantan penasihatnya itu. Seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2020), Trump dalam komentarnya via Twitter menyebut Bolton itu sebagai 'sick puppy', yang berarti sosok yang gila dan kejam.

Trump geram dan menyebut buku karya Bolton sebagai 'kompilasi kebohongan dan kisah rekayasa, semua dimaksudkan untuk membuat saya terlihat buruk'.

"Banyak pernyataan konyol yang dia sebut soal saya yang tidak pernah dibuat, fiksi murni," cetus Trump.

Selanjutnya
Halaman
1 2