International Updates

Kata China Soal Trump Minta Bantuan Menangi Pilpres, Heboh Buku John Bolton

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 17:13 WIB
U.S. President Donald Trump attends a bilateral meeting with Chinas President Xi Jinping during the G20 leaders summit in Osaka, Japan, June 29, 2019. REUTERS/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping (Foto: Reuters)
Jakarta -

Pemerintah China menanggapi laporan yang menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta bantuan Presiden Xi Jinping untuk memenangkan pemilihan presiden (pilpres) November 2020. Seperti apa respons China?

Upaya Trump untuk minta bantuan Presiden Xi agar dia bisa kembali menang dalam pilpres AS, yang akan digelar November mendatang, terungkap dalam kutipan buku karya mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton.

Seperti dilansir media nasional China Global Television Network (CGTN), Jumat (19/6/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, memberikan tanggapan atas laporan tersebut dalam konferensi pers rutin di Beijing pada Kamis (18/6) waktu setempat.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (19/6/2020):

- Korut Ledakkan Kantor Penghubung, Menteri Unifikasi Korsel Mundur

Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel), orang penting untuk hubungan Korsel dengan Korea Utara (Korut), mengundurkan diri pada hari Jumat (19/6/2020). Pengunduran dirinya dilakukan di saat hubungan kedua negara memanas usai peledakan kantor penghubung antar Korea oleh Korut.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (19/6) Presiden Korsel Moon Jae-in dalam pernyataannya mengatakan telah "menerima surat pengajuan Menteri Unifikasi Kim Yeon-chul untuk mengundurkan diri". Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait hal ini.

Kim telah mengajukan pengunduran diri sejak hari Rabu (17/6), sehari setelah Korut menghancurkan kantor penghubung antar Korea. Dia mengaku "bertanggung jawab" atas memburuknya hubungan kedus negara.

Sejak awal Juni, Korea Utara telah mengeluarkan serangkaian kecaman pedas kepada Korea Selatan atas selebaran anti-Pyongyang, yang dikirimkan para pembelot secara teratur, yang biasanya ditempelkan pada balon udara atau diapungkan dalam botol.

- Sosok John Bolton yang Dipecat Trump dan Bikin Heboh Lewat Bukunya

John Bolton, mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), tengah menjadi sorotan karena membuat geram Presiden Donald Trump terkait berbagai tuduhan yang disampaikan dalam buku memoir terbarunya. Buku kontroversial karya Bolton yang tahun lalu dipecat Trump ini, disebut berisi 'informasi rahasia'.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (19/6/2020), Bolton (71) merupakan penasihat keamanan nasional ketiga yang ditunjuk Trump selama pemerintahannya. Mantan Duta Besar AS untuk PBB ini, ditunjuk Trump menjadi Penasihat Keamanan Nasional AS pada Maret 2018. Dia menggantikan HR McMaster yang meninggalkan jabatan itu setelah berbeda pendapat dengan Trump dalam sejumlah isu.

Selanjutnya
Halaman
1 2