Round-Up

Vonis Mati China untuk 2 Warga Aussie Bikin PM Morrison Berkecil Hati

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Jun 2020 08:38 WIB
Scott Morrison Umumkan Jajaran Kabinet Barunya
PM Australia Scott Morrison. (Foto: Australia Plus ABC)
Canberra -

Pria asal Australia, Karm Gilespie divonis mati oleh pengadilan China karena terbukti terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba. Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison berkecil hati atas vonis mati tersebut.

Seperti dilansir dari AFP, Senin (15/6/2020), vonis mati untuk Gilespie diketuk pengadilan China pada Sabtu (13/6). Aktor asal Sydney itu ditahan secara diam-diam di penjara selama tujuh tahun.

PM Morrison mengaku pihaknya mengetahui penangkapan Gilespie. Dia menyebut sempat beberapa kali menghubungi rekan-rekannya dari China untuk membahas kasus yang menjerat aktor yang menjadi pelatih investasi itu.

"Saya dan pemerintah sangat sedih dan khawatir bahwa seorang warga negara Australia, Karm Gilespie telah dijatuhi hukuman mati di China," kata PM Morrison, Senin (15/6).

Kasus penyelundupan narkoba yang menjerat Gilespie berawal dari kegiatan penangkapan pada malam Tahun Baru 2013 di Bandara Baiyun Guangzhou, barat laut Hong Kong. Dari tangan Gilespie diamankan metamfetamin seberat 7,5 kilogram yang berada dalam koper.

Penangkapan Gilespie tidak diumumkan kepada publik. Teman-temannya mengatakan kepada media Australia bahwa mereka dibuat bingung oleh kepergiannya yang mendadak.

Keluarga Gilespie pun meminta media tidak berspekulasi. Sebab, mereka yakin spekulasi tersebut tidak akan membantu Gilespie.

"Menahan diri dari berspekulasi tentang keadaannya saat ini, yang kami yakin tidak akan membantu kasusnya," kata keluarga Gilespie dalam pernyataan yang dikeluarkan melalui Kementerian Luar Negeri Australia, Senin (15/6).

Namun, pihak keluarga Gilespie tidak bisa menutupi kesedihan mereka. Pihak keluarga meminta media menghargai privasi.

"Keluarga kami sangat sedih dengan situasi ini. Kami tidak akan membuat komentar publik dan meminta media menghormati privasi kami pada saat yang sulit ini," kata mereka.

Tonton juga video 'China Bantah Tuduhan Uni Eropa Soal Salah Informasi Virus Corona':

Selanjutnya
Halaman
1 2