Wali Kota di California Mundur terkait Email yang Dianggap Rasis

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 06 Jun 2020 08:22 WIB
In this Thursday, May 21, 2020 photo shows Temecula Mayor James
Wali Kota Temecula, James Stewart, mengundurkan diri terkait email kontroversial yang dianggap rasis (Watchara Phomicinda/The Orange County Register/SCNG via AP)
California -

Wali Kota Temecula di Calfornia Selatan, Amerika Serikat (AS), mengundurkan diri dari jabatannya terkait email kontroversial yang dinilai rasis soal pembunuhan warga kulit berwarna oleh polisi. Email ini menjadi sorotan di tengah maraknya aksi memprotes rasialisme dan kebrutalan polisi usai kematian George Floyd.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (6/6/2020), dalam email kontroversial itu, Wali Kota Temecula, James Stewart, menyatakan dirinya tidak 'meyakini bahwa ada orang kulit berwarna yang baik yang dibunuh oleh polisi'. Dia membahas hal ini dalam konteks secara lokal di wilayah Temecula.

Stewart telah meminta maaf atas email itu pada Kamis (4/6) waktu setempat. Dia menegaskan dirinya tidak bermaksud menggunakan kata 'baik' dalam pesannya itu. Diakui Stewart bahwa dirinya penderita disleksia dan memakai aplikasi voice text saat mengirimkan pesan email itu pada Selasa (2/6) malam. Dia mengakui dirinya tidak menyadari adanya kata tambahan 'baik' dalam emailnya itu.

"Sangat disayangkan, saya tidak meluangkan waktu untuk mengoreksi apa yang saya rekam. Saya sama sekali tidak mengatakan itu," ucap Stewart kepada Riverside Press-Enterpise.

"Apa yang saya katakan adalah dan saya tidak percaya ada orang dengan kulit berwarna yang dibunuh polisi, dalam konteks di Temecula atau Riverside County. Saya sama sekali tidak mengatakan kata 'baik'. Saya tidak tahu bagaimana kata itu bisa muncul," imbuhnya dalam pembelaannya.

Dituturkan Stewart bahwa email itu merupakan balasan kepada seseorang 'yang khawatir soal polisi kita dan pelatihan kepekaan mereka'.

Otoritas kota Temecula dalam keterangan pers pada Kamis (4/6) malam mengumumkan bahwa Stewart mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wali Kota dan dari Dewan Kota. Dia diketahui terpilih menjadi Wali Kota Temecula sejak tahun 2016.

"Anda memiliki hak untuk terluka dan tersinggung. Kesalahan ketik dari saya dan respons spontan saya soal email membahas topik serius telah menambah luka pada saat masyarakat kita dan negara kita menderita," ujar Stewart dalam keterangan terbarunya.

Tonton juga 'Bikin Kagum! Nonmuslim Bentengi Umat Islam Salat di Tengah Demo Floyd':

[Gambas:Video 20detik]

"Saya mungkin bukan penulis yang baik dan saya terkadang salah bicara, tapi saya bukan seorang rasis," tegasnya. Disebutkan Stewart bahwa dirinya mengundurkan diri karena memahami bahwa 'permintaan maaf paling tulus tidak dapat memperbaiki situasi'.

Kontroversi soal pesan email Stewart itu mencuat saat AS tengah dilanda unjuk rasa besar-besaran memprotes rasialisme sistemis dan kebrutalan polisi setelah kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd di tangan polisi Minneapolis. Empat mantan polisi yang terlibat kasus pembunuhan Floyd telah didakwa.

(nvc/aik)