Gencatan Senjata Terjadi di Suriah, 48 Jihadis Tewas

Eva Safitri - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 01:43 WIB
Gencatan senjata Suriah mulai berlaku 27 Februari
Ilustrasi gencatan senjata di Suriah (Foto: BBC World)
Jakarta -

Bentrokan terjadi di barat laut Suriah dan menewaskan 48 pejuang rezim dan jihadis hari Minggu. Angka ini tercatat merupakan kematian tertinggi sejak dimulainya gencatan senjata dua bulan terakhir.

Gencatan senjata sejak 6 Maret telah sebagian besar membendung pertempuran di benteng pemberontak Idlib terakhir Suriah utama setelah serangan rezim selama sebulan yang menewaskan ratusan warga sipil dan memaksa hampir satu juta orang melarikan diri.

Tetapi sebelum fajar pada hari Minggu, pemberontak menyerang posisi para pejuang pro-rezim di sisi barat wilayah yang didominasi jihadis, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, dilansir dari AFP, Senin (11/5/2020).

Bentrokan di daerah Sahl al-Ghab menewaskan 35 pejuang rezim serta 13 jihadis termasuk dari kelompok Hurras al-Deen yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, kata monitor yang berbasis di Inggris itu.

"Itu adalah angka kematian tertinggi bagi para pejuang sejak gencatan senjata mulai berlaku," kata kepala Observatory Rami Abdel Rahman.

"Ada bentrokan intermiten dan pemboman timbal balik antara kedua belah pihak sebelumnya, tapi ini adalah serangan paling kejam," sambungnya.

Abdel Rahman mengatakan bentrokan sedang berlangsung setelah hari Minggu malam. Wilayah Idlib yang berpenduduk sekitar tiga juta orang didominasi oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham yang dipimpin oleh mantan afiliasi Al-Qaeda Suriah, tetapi jihadis lain seperti Hurras al-Deen dan kelompok pemberontak juga hadir.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh sekutu rezim Rusia dan pendukung pemberontak Turki telah membuat pesawat-pesawat tempur Suriah dan Rusia keluar dari langit wilayah itu, dan sebagian besar ditahan meskipun terjadi bentrokan sporadis atau tembakan roket.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan menggusur jutaan sejak dimulai pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.

(eva/eva)