Arab Saudi Vs Houthi Makin Menjadi-jadi

Arab Saudi Vs Houthi Makin Menjadi-jadi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 25 Jul 2026 22:01 WIB
Kelompok Houthi (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)
Kelompok Houthi (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)Foto: REUTERS/Khaled Abdullah
Jakarta -

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan telah menyerang situs-situs Houthi dan menghancurkan target yang mengancam kapal-kapal komersial. Serangan ini disebut sebagai respons atas serangan terhadap pelayaran di Laut Merah.

Serangan tersebut terjadi setelah Houthi mengklaim serangan terhadap dua kapal Saudi minggu ini di Laut Merah.

"Militer Houthi yang teroris... menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah," tulis Turki al-Maliki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, di media sosial X.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Koalisi melakukan respons yang tegas dan kuat" dengan menargetkan situs-situs militer Houthi yang digunakan untuk mengancam pelayaran di Laut Merah dan bahwa "respons militer kini telah berakhir," imbuh al-Maliki.

2 Orang Luka

Media Houthi Yaman mengatakan dua orang terluka akibat serangan udara Arab Saudi. Korban adalah seorang pekerja di kota Hodeida dan seorang wanita di pulau Kamaran.

"Seorang pekerja di gedung telekomunikasi terluka dalam agresi Saudi di kota Hodeida," kata televisi al-Masirah.

Houthi Bersumpah Balas Serangan Arab Saudi

Kelompok pemberontak Houthi di Yaman bersumpah akan membalas Arab Saudi setelah mereka menuduh kerajaan tersebut menargetkan infrastruktur sipil. Ancaman pembalasan ini disampaikan seiring meluasnya perang Timur Tengah di seluruh wilayah.

Riyadh menyerang target militer Houthi di Hodeida, Yaman pada hari Jumat (24/7). Media Houthi melaporkan dua orang terluka setelah kelompok yang didukung Iran tersebut mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan menyerang kapal-kapalnya.

Peningkatan ketegangan ini menandai front baru perang yang telah melanda kawasan tersebut setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada bulan Februari lalu.

"Penargetan fasilitas sipil oleh musuh Saudi di Hodeida dan pulau Kamaran merupakan eskalasi yang berbahaya," tulis media Ansarollah milik Houthi di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026).

"Kami menegaskan bahwa kejahatan baru-baru ini tidak akan dibiarkan begitu saja," imbuhnya.

Sebuah sumber keamanan Yaman mengatakan kepada AFP bahwa pangkalan angkatan laut di kota pelabuhan Hodeida dan kamp militer di pulau Kamaran termasuk di antara target serangan Saudi.

Houthi Luncurkan Rudal ke Arab Saudi

Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal terhadap Arab Saudi pada hari Sabtu (25/7), beberapa jam setelah bersumpah untuk membalas serangan terhadap kerajaan tersebut seiring meluasnya perang di Timur Tengah.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026), media Ansarollah milik Houthi mengatakan di Telegram pada Sabtu pagi bahwa "serangan rudal Yaman" telah memicu kebakaran di kota Jizan di Laut Merah, Arab Saudi selatan.

Arab Saudi tidak segera mengomentari klaim tersebut.

Namun, badan pertahanan sipil Riyadh sebelumnya telah mengeluarkan peringatan singkat kepada penduduk di Jizan dan Yanbu pada Sabtu pagi tentang "potensi bahaya". Namun, peringatan tersebut dicabut beberapa menit kemudian.

Peringatan serupa telah dikeluarkan sebelumnya ketika rudal atau drone ditembakkan ke wilayah kerajaan tersebut.

Peringatan itu muncul setelah koalisi pimpinan Saudi mengatakan pada hari Jumat (24/7), bahwa mereka telah menyerang situs-situs Houthi dan menghancurkan target yang mengancam kapal komersial. Serangan ini disebut sebagai respons atas serangan Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah.

Kelompok Houthi telah berperang dengan pemerintah Yaman sejak tahun 2014, dalam konflik yang telah menewaskan ratusan ribu orang.

Baku tembak baru-baru ini mengancam gencatan senjata tahun 2022 yang telah berlangsung selama ini.

Halaman 2 dari 2
(kny/zap)


Berita Terkait