Round-Up

Swedia yang Tak Santuy Lagi Hadapi Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Apr 2020 03:32 WIB
Penanganan COVID-19 sedang dilakukan di rumah sakit di seluruh dunia. Dan hal tersebut bergantung pada efektivitas sistem perawatan kesehatan di setiap negara.
Ilustrasi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Swedia mendapat sorotan luas karena kebijakan lunaknya dalam menghadapi pandemi virus corona. Tapi kini, Swedia tak santuy lagi, sejumlah bar dan restauran ditutup karena langgar social distancing.

Dibandingkan negara-negara Eropa lain, Swedia hingga kini tidak menerapkan lockdown. Negara Nordik itu hanya mengeluarkan sejumlah imbauan dan menyerukan warga untuk 'masing-masing bertanggung jawab' dan mengikuti panduan.

Menteri Kesehatan Swedia, Lena Hallengren menekankan bahwa negaranya telah memberlakukan serangkaian pencegahan Corona tak menyebar. Contohnya, warga di atas usia 70 tahun dan kelompok-kelompok berisiko telah diingatkan untuk menghindari kontak dengan orang lain. Jenjang pendidikan tinggi juga telah diimbau untuk melakukan kelas online.

Warga juga telah berulang kali diminta untuk bekerja dari rumah, dan melakukan isolasi mandiri jika menunjukkan gejala-gejala ringan virus corona. Langkah yang lebih tegas adalah melarang pertemuan lebih dari 50 orang dan melarang kunjungan ke panti jompo. Menurut pemerintah Swedia, imbauan-imbauan tersebut telah memberikan efek nyata.

Karena terlalu santuy alias santai, Pemerintah Swedia dituding oleh sejumlah pihak, baik internasional maupun dalam negeri, telah mempertaruhkan nyawa warganya dengan tidak mengambil langkah-langkah yang tegas untuk mencegah penyebaran virus corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2