Tawarkan 2 Masker Gratis Tiap Keluarga, PM Jepang Dicemooh Publik

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 17:31 WIB
Japans Prime Minister Shinzo Abe, wearing a face mask amid concerns over the spread of COVID-19 coronavirus, attends an upper house committee meeting at the parliament in Tokyo on April 1, 2020. (Photo by STR / JIJI PRESS / AFP) / Japan OUT
PM Jepang Shinzo Abe saat memakai masker kain yang akan dibagikan secara gratis kepada warganya di tengah pandemi virus Corona (STR/JIJI PRESS/AFP)
Tokyo -

Janji yang dilontarkan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, untuk memberikan dua masker kain secara gratis kepada setiap keluarga di tengah pandemi virus Corona, memicu cemoohan publik.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (2/4/2020), PM Abe mengumumkan langkah ini setelah dirinya terlihat memakai sebuah masker kain dalam rapat satuan tugas pemerintah untuk penanganan virus Corona pada Rabu (1/4) malam waktu setempat.

Masker kain ini akan dikirimkan ke setiap rumah, dari total 50 juta rumah tangga yang ada di Jepang, mulai pekan depan. Area-area yang mengalami kenaikan kasus virus Corona akan menjadi prioritas pengiriman masker gratis ini.

"Saya juga memakainya, tapi masker kain ini tidak sekali pakai. Anda bisa menggunakan sabun untuk mencucinya dan menggunakannya kembali, jadi ini seharusnya respons yang baik untuk permintaan masker yang tiba-tiba dan sangat besar," ucap PM Abe dalam pengumumannya.

Beberapa jam usai pengumuman itu, tagar #Abenomasks menjadi trending di Twitter untuk wilayah Jepang. Tagar itu merupakan pelesetan dari kebijakan perekonomian PM Abe yang disebut 'Abenomics'.

"Semalam telah berlalu dan itu bukanlah mimpi," tulis Kentaro Iwata, seorang pakar penyakit menular dari Universitas Kobe, dalam komentar via Twitter pada Kamis (2/4) waktu setempat, merujuk pada pengumuman PM Abe soal masker gratis. Dia mengecam kebijakan PM Abe itu sebagai 'pemborosan'.

Hal senada juga diungkapkan seorang pengguna Twitter di Jepang. "Apakah pemerintah Jepang serius? Ini sungguh pemborosan uang pajak," tulisnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2