9 Ribu Orang Positif Corona, Seluruh Wilayah Italia Di-Lockdown

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Mar 2020 08:58 WIB
People walk in an almost empty St. Marks Square in Venice, Italy, Monday, March 9, 2020. Italian Premier Giuseppe Conte says he is restricting travel  nationwide to try to stop the spread of the new coronavirus. Conte said Monday night a new government decree will require all people in Italy to demonstrate they need to work, have health conditions or other limited legitimate reasons to travel outside their home areas. (Anteo Marinoni/LaPresse via AP)
Alun-alun St Mark's di Venice, Italia sepi saat lockdown diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Anteo Marinoni/LaPresse via AP)

Lebih lanjut, PM Conte menyatakan langkah lockdown secara nasional ini akan berlaku mulai Selasa (10/3) waktu setempat hingga 3 April mendatang. Seluruh sekolah dan universitas juga akan diliburkan hingga April mendatang.

"Keputusan yang tepat hari ini adalah tetap tinggal di dalam rumah. Masa depan kita dan masa depan Italia ada di tangan kita. Tangan-tangan ini harus lebih bertanggung jawab hari ini dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Italia sebelumnya memberlakukan isolasi terhadap wilayah utara negara tersebut, tepatnya sekitar Milan dan Venice, yang menjadi pusat penyebaran wabah ini. Jumlah korban meninggal di Milan, yang masuk wilayah Lombardy yang terdampak virus corona terparah, mengalami lonjakan 25 persen dalam sehari menjadi 333 orang.

Seluruh bioskop, teater dan museum di Lombardy ditutup untuk sementara, dengan restoran-restoran dibatasi jam operasionalnya.

Dengan lockdown nasional diberlakukan, perjalanan keluar dan masuk Italia juga pergerakan antar kota akan dibatasi. Namun belum diketahui secara jelas bagaimana langkah-langkah ini akan diberlakukan. Diketahui bahwa sejumlah layanan kereta dan penerbangan masih beroperasi di Milan pada Senin (9/3) waktu setempat meskipun lockdown telah diberlakukan lebih awal untuk wilayah Lombardy.

"Kita tidak punya waktu. Angka-angka menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penularan, orang-orang yang dirawat intensif dan jumlah kematian. Kebiasaan kita harus berubah sekarang juga. Kita harus memberikan beberapa hal untuk Italia," tandas PM Conte.


(nvc/knv)