Inggris Perketat Pengawasan Eks Napi Teroris Usai Teror London Bridge

Inggris Perketat Pengawasan Eks Napi Teroris Usai Teror London Bridge

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Des 2019 18:36 WIB
Seorang polisi forensik memeriksa lokasi serangan teroris di London Bridge (AP Photo/Matt Dunham)
Seorang polisi forensik memeriksa lokasi serangan teroris di London Bridge (AP Photo/Matt Dunham)
London - Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, memerintahkan otoritas keamanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap narapidana teroris yang bebas lebih awal dari penjara. Pelaku serangan teroris di London Bridge yang menewaskan dua orang diketahui dibebaskan lebih awal oleh otoritas setempat.

Seperti dilansir AFP, Senin (2/12/2019), PM Johnson mengungkapkan bahwa sekitar 74 orang yang merupakan mantan narapidana teroris kini berkeliaran di Inggris setelah bebas lebih awal dari penjara, sama seperti Usman Khan (28) -- pelaku teror di London Bridge.

Khan ditembak mati polisi setempat setelah menikam dua orang hingga tewas dan melukai tiga orang lainnya dalam serangan teroris di London Bridge pada Jumat (29/11) lalu. Diketahui bahwa Khan yang pernah dibui terkait kasus terorisme ini, bebas lebih awal pada Desember 2018 lalu.


Pembebasan lebih awal narapidana terorisme seperti Khan lantas menjadi fokus perdebatan di Inggris saat ini. PM Johnson dalam pernyataan terbaru menyebut otoritas setempat tengah meningkatkan pemeriksaan dan pengawasan puluhan mantan narapidana teroris yang bebas lebih awal dari penjara.

"Mereka (eks napi teroris) sedang diawasi secara tepat untuk memastikan tidak ada ancaman," ucap PM Johnson kepada BBC. "Kami telah mengambil banyak tindakan seperti yang Anda ketahui dalam 48 jam terakhir," imbuhnya.

Di bawah peninjauan narapidana teroris yang dibebaskan, pihak kepolisian di West Midlands menyatakan pihaknya telah menahan seorang pria berusia 34 tahun atas 'kecurigaan mempersiapkan aksi teroris'.

Usman KhanUsman Khan Foto: West Midlands Police via AP


Tonton juga Polri Tangkap 74 Terduga Teroris, Komisi III: Deradikalisasi Belum Maksimal :


Selanjutnya
Halaman
1 2 3