40 Demonstran Antipemerintah di Irak Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 16:24 WIB
Demonstran antipemerintah di Irak melakukan pembakaran di lokasi bentrokan (AP Photo/Khalid Mohammed)
Demonstran antipemerintah di Irak melakukan pembakaran di lokasi bentrokan (AP Photo/Khalid Mohammed)
Baghdad - Pasukan keamanan Irak menembak mati 40 demonstran antipemerintah dalam 24 jam saat bentrokan pecah sepanjang Kamis (28/11) waktu setempat. Unjuk rasa memprotes korupsi pemerintah dan buruknya layanan publik ini terus berlanjut di ibu kota Baghdad dan wilayah selatan negara tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (29/11/2019), bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan Irak semakin meluas setelah sejumlah demonstran membakar gedung Konsulat Iran di Najaf, salah satu kota suci di Irak, pada Rabu (27/11) waktu setempat.

Para pejabat keamanan dan otoritas medis setempat melaporkan bahwa pasukan keamanan Irak telah menewaskan 35 demonstran di kota Nasiriyah dan Baghdad sejak Rabu (27/11) malam waktu setempat. Sekitar 245 orang lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan yang meluas ke wilayah selatan Irak.


Pada Kamis (28/11) malam waktu setempat, lima demonstran lainnya dilaporkan tewas di tangan pasukan keamanan Irak di kota Najaf. Sumber keamanan dan medis setempat menyebut pasukan keamanan Irak menembakkan lima peluru tajam ke arah demonstran untuk mencegah aksi pembakaran di masjid setempat yang diberi nama sama dengan ayah seorang pemimpin politik terkemuka.

Sekitar 32 demonstran lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan di Najaf.

Unjuk rasa besar-besaran di Irak dimulai 1 Oktober lalu, saat ribuan warga turun ke jalanan untuk memprotes korupsi pemerintah dan mengeluhkan buruknya layanan publik serta tingginya angka pengangguran. Demonstran juga mengecam semakin meningkatnya pengaruh Iran dalam urusan dalam negeri Irak.


Simak Video "Warga Irak Mengenang Tewasnya Pengunjuk Rasa Antipemerintah"

Selanjutnya
Halaman
1 2