AS Dakwa 3 Orang karena Mata-matai Pengguna Twtter yang Kritik Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Nov 2019 09:48 WIB
Ilustrasi (Reuters/Kacper Pempel)
Ilustrasi (Reuters/Kacper Pempel)

The Washington Post dalam laporannya menyebut 'Royal Family Member-1' sebagai Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

"Dakwaan pidana diungkap hari ini yang mendakwa agen-agen Saudi mengakses sistem internal Twitter demi informasi pribadi soal para pengkritik Saudi dan ribuan pengguna Twitter lainnya," sebut jaksa AS, David Anderson, yang menangani kasus ini.

"Hukum AS melindungi perusahaan-perusahaan AS dari penyusupan asing yang melanggar hukum semacam itu. Kami tidak akan membiarkan perusahaan-perusahaan AS atau teknologi AS menjadi alat penindasan asing yang melanggar hukum AS," tegasnya.


Disebutkan lebih lanjut bahwa Abouammo dan Alzabarah direkrut tahun 2014-2015 untuk memanfaatkan posisi mereka dalam perusahaan Twitter untuk mendapatkan akses pada informasi pribadi terkait akun-akun yang mengkritik Saudi. Almutairi bertindak sebagai penengah penting yang mengatur komunikasi antara Abouammo dan Alzabarah dengan seorang pejabat Saudi yang tidak disebut namanya.

Departemen Kehakiman AS menyebut Abouammo ditangkap di Seattle, Washington pada Selasa (5/11) waktu setempat. Namun Alzabarah dan Almutairi masih dalam pengejaran setelah diyakini kabur ke Saudi. Perintah penangkapan federal telah dirilis AS untuk keduanya.

Halaman

(nvc/ita)