detikNews
2019/11/06 18:12:25 WIB

Israel Setujui Proyek Kereta Gantung Kontroversial di Yerusalem

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 3
Israel Setujui Proyek Kereta Gantung Kontroversial di Yerusalem Proyek kereta gantung ini akan membawa ribuan orang per jam ke Kota Tua di Yerusalem (Menahem Kahana/AFP/Getty Images via CNN)
Tel Aviv - Otoritas Israel menyetujui proyek kereta gantung kontroversial yang akan membentang di atas wilayah Yerusalem. Proyek kereta gantung ini menuai banyak kritikan terutama dari Palestina.

Seperti dilansir CNN, Rabu (6/11/2019), menurut tweet dari Menteri Keuangan Israel, Moshe Kahlon, saat mengumumkan keputusan tersebut, kereta gantung ini nantinya akan mampu membawa 3 ribu orang per jam ke wilayah Kota Tua, yang menjadi lokasi situs suci sejumlah agama.

Keputusan untuk menyetujui proyek kereta gantung ini disampaikan dalam rapat kabinet Israel saat membahas perumahan.


Proyek infrastruktur besar-besaran di Yerusalem seringkali memicu kontroversi karena status kota suci itu yang memicu konflik antara Israel dan Palestina. Proyek kereta gantung menjadi salah satunya. Rencana proyek menunjukkan kereta gantung ini nantinya juga akan melintasi wilayah Yerusalem Timur, yang ditinggali banyak warga Palestina dan komunitas internasional menganggapnya sebagai wilayah pendudukan.

Kereta gantung ini rencananya akan berawal di sebuah butik perbelanjaan dan restoran yang disebut sebagai 'First Station', yang terletak di Yerusalem Barat. Kemudian kereta gantung ini akan membentang hingga ke wilayah Yerusalem Timur, dengan satu pemberhentian di kawasan Gunung Zion.

Selanjutnya kereta gantung akan berakhir di dekat Dung Gate, yang merupakan salah satu pintu masuk ke kawasan Kota Tua di Yerusalem, yang juga titik akses terdekat untuk Tembok Ratapan dan Dome of the Rock.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com