Suu Kyi Keluhkan Kurangnya Fokus Dunia pada 'Teroris' Rakhine

Suu Kyi Keluhkan Kurangnya Fokus Dunia pada 'Teroris' Rakhine

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 11:16 WIB
Aung San Suu Kyi (REUTERS/Kham/Pool)
Aung San Suu Kyi (REUTERS/Kham/Pool)
Naypyitaw - Pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengeluhkan kurangnya fokus global terhadap ekstremisme dan 'teroris' di wilayah Rakhine. Diketahui bahwa di wilayah Rakhine, militer Myanmar dituduh melakukan genosida terhadap warga muslim Rohingya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (25/10/2019), pernyataan yang disampaikan Suu Kyi ini merupakan bagian dari posisi lama untuk membela operasi militer terhadap Rohingya di Rakhine, yang memaksa ratusan ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh tahun 2017 lalu.

Operasi militer Myanmar memicu sanksi-sanksi dari Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh militer negara tersebut dan memunculkan tuduhan genosida dari para penyidik PBB. Dalam pembelaannya, Myanmar menyebut operasi militer itu diperlukan dan proporsional untuk membasmi militan Rohingya.


Penegasan yang sama disampaikan Suu Kyi dalam wawancara dengan surat kabar Jepang, Nikkei, pada Rabu (23/10) waktu setempat.

"Ada elemen ekstremis tertentu yang tidak menginginkan perdamaian di Rakhine... karena bagi banyak terorisme, persoalan adalah apa yang membuat mereka berhasil," sebut Suu Kyi dalam pernyataannya.

"Jadi kami kecewa... bahwa komunitas internasional memberikan perhatian sangat kecil pada elemen teroris dalam persoalan-persoalan di Rakhine," imbuhnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2