'Pesan Menantang' Kim Jong-Un yang Tunggangi Kuda Putih di Gunung Sakral

'Pesan Menantang' Kim Jong-Un yang Tunggangi Kuda Putih di Gunung Sakral

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Okt 2019 14:39 WIB
Kim Jong-Un menunggang kuda putih di Gunung Paektu (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Kim Jong-Un menunggang kuda putih di Gunung Paektu (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Pyongyang - Korea Utara (Korut) menyatakan pemimpin mereka, Kim Jong-Un, tengah merencanakan 'operasi yang hebat'. Hal itu disampaikan dalam pernyataan melalui kantor berita resmi Korut yang disertai foto Kim Jong-Un menunggangi kuda putih di kawasan Gunung Paektu yang disakralkan.

Seperti dilansir AFP, Rabu (16/10/2019), laporan terbaru yang dirilis Korean Central News Agency (KCNA) menyertakan foto-foto Kim Jong-Un sedang berkuda sendirian di tengah hamparan salju dan pepohonan di Gunung Paektu, yang diyakini sebagai asal spiritual dinasti Kim di Korut.

"Aksinya menunggang kuda di Gunung Paektu menandai peristiwa besar yang sangat penting dalam sejarah revolusi Korea," sebut KCNA dalam artikelnya.


"Menyaksikan momen-momen besar dari pemikirannya di atas Gunung Paektu, seluruh pejabat yang mendampinginya diyakinkan dengan emosi dan kebahagiaan yang meluap bahwa akan ada operasi hebat untuk menyerang dunia dengan penuh keajaiban dan melangkah maju dalam revolusi Korea," imbuh ulasan KCNA. Tidak diketahui secara jelas operasi yang dimaksud dalam ulasan KCNA tersebut.

Di sisi lain, para pengamat menyebut foto Kim Jong-Un sedang berkuda itu menyimbolkan 'pesan menantang'. Atau dengan kata lain, menurut pengamat, simbolisme itu menggarisbawahi bahwa Korut menantang sanksi-sanksi dan tekanan internasional terhadap program senjata nuklir dan rudal balistiknya.

"Ini sebuah penegasan, simbol menantang," sebut Joshua Pollack selaku pakar Korut dari Middlebury Institute of International Studies di California.

Kim Jong-Un menunggang kuda putih di Gunung PaektuKim Jong-Un menunggang kuda putih di Gunung Paektu Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP


"Pengejaran untuk pencabutan sanksi telah berakhir. Tidak ada yang dibuat eksplisit di sini, namun Korut mulai menetapkan harapan baru tentang arah kebijakan untuk tahun 2020," imbuhnya.

Akhir tahun 2017 lalu, Kim Jong-Un juga mendatangi Gunung Paektu setelah Korut meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) terbesar mereka. Kunjungan ini dilakukan beberapa pekan sebelum Kim Jong-Un menyampaikan pidato Tahun Baru yang isinya membuka pintu untuk berdialog dengan Korea Selatan (Korsel).


Tahun lalu, Kim Jong-Un membawa serta Presiden Korsel, Moon Jae-In ke puncak Gunung Paektu sebagai bagian dari pertemuan bersejarah.

Saat hubungan dengan Korsel dan Amerika Serikat (AS) mendingin, Kim Jong-Un menyatakan Korut hanya akan menunggu hingga akhir tahun ini bagi AS untuk melunakkan posisi dalam perundingan denuklirisasi, sebelum rezim komunis ini mengejar jalur baru ke depan yang belum ditentukan.

Sejumlah pakar menyebut retorika dalam laporan KCNA berkutat seputar perekonomian, namun mereka juga mencurigai Korut mungkin akan melakukan peluncuran luar angkasa. Hal itu dinilai akan memampukan Korut untuk memamerkan kekuatan perekonomian dan teknologi dalam cara yang kurang provokatif seperti uji coba ICBM.

Rachel Minyoung Lee selaku analis dari situs berita yang memantau Korut, NK News, menyebut istilah yang digunakan dalam laporan KCNA menunjukkan Kim Jong-Un mungkin 'sedang memikirkan sejumlah keputusan kebijakan besar'.

"Laporan dalam bahasa Korea mengkarakterisasikan aktivitas Kim mendaki Gunung Paektu dengan menunggang kuda sebagai 'mitos' baru dan hal itu, bersama dengan gambar dirinya di atas kuda putih, tampaknya dimaksudkan untuk menciptakan efek propaganda maksimum, yang saya yakini akan dimainkan media mendatang," ujarnya.

(nvc/ita)