ADVERTISEMENT

Pengakuan Bekas Tahanan di Korut yang Pernah Jadi Mata-mata CIA

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 07 Sep 2019 12:46 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Pyongyang - Seorang bekas tahanan di Korea Utara (Korut) mengaku bahwa dirinya pernah menjadi mata-mata untuk badan intelijen Amerika Serikat atau CIA, mencari rahasia nuklir dan mengambil foto dengan kamera jam tangan tersembunyi.

Pengakuan itu disampaikan Kim Dong-chul, warga Amerika Serikat kelahiran Korea Selatan (Korsel) dalam wawancara dengan media Jerman, NDR seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/9/2019). Pria berumur 67 tahun itu menceritakan operasi-operasi pengintaian yang pernah dilakukannya, serta penangkapan dan penyiksaan yang dialaminya selama mendekam di penjara Korut.

"Saya mendekati perwira-perwira militer dan ilmuwan yang saya tahu membutuhkan uang," kata Kim dalam program acara di stasiun televisi NDR. Dia juga menunjukkan jari-jarinya yang bengkok, yang diklaimnya patah akibat sepatu boots tentara selama menginterogasinya.


Dalam program TV tersebut, Kim mengatakan bahwa setelah kematian mantan pemimpin Korut, Kim Jong Il pada tahun 2011, dia direkrut oleh seorang agen CIA di Korsel.

"Setelah kematian Kim Jong Il, ada banyak rumor tentang kemungkinan penggantinya dan arah masa depan negara tersebut," katanya kepada NDR.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT