China Bikin Drone 'Spiderman' yang Bisa Berburu dan Lumpuhkan Pesawat

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 19:04 WIB
Drone China bisa menembakkan jaring ke arah target (An Yuan/China News Service/VCG/Getty Images via CNN)
Beijing - Otoritas China mengklaim telah mengembangkan jenis drone baru yang bisa berburu dan melumpuhkan drone-drone lain, bahkan pesawat kecil. Drone baru buatan China ini bisa menembakkan sebuah jaring seluas 16 meter persegi ke arah targetnya.

Seperti dilansir CNN, Kamis (5/9/2019), drone baru China ini dibahas dalam laporan militer China yang dimuat dalam situs mereka yang berbahasa Inggris.

"Terperangkap oleh jaring, drone milik musuh seharusnya kehilangan tenaga dan jatuh ke daratan," demikian laporan militer China yang dikutip CNN.


CNN menjuluki drone ini sebagai drone 'Spiderman' karena bisa menembakkan jaring.

Drone yang dikembangkan oleh Korporasi Ilmu dan Industri Dirgantara China ini, disebut bisa bekerja sendiri tapi juga bisa berintegrasi ke dalam sistem pertahanan China untuk target-target yang berukuran kecil, memiliki kecepatan rendah dan terbang rendah.

Disebutkan laporan militer China bahwa drone hexacopter -- memiliki enam baling-baling -- ini juga bisa melakukan pengawasan dan pengintaian.

Ini merupakan kedua kalinya China mengumumkan drone canggih buatannya dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Agustus lalu, China memamerkan drone dengan kemampuan siluman bernama LJ-I dalam sebuah airshow di Rusia. Drone itu disebut akan membantu Angkatan Udara Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) -- militer China -- dalam bersiap menghadapi setiap potensi pertempuran dengan jet tempur siluman F-35 yang dikerahkan Amerika Serikat dan sekutunya di Pasifik.


Drone LJ-I yang dirancang khusus sebagai latihan target, menurut laporan media China, Global Times, bisa diterbangkan dalam formasi untuk mensimulasikan kondisi pertempuran yang sebenarnya. Sebuah video yang ditayangkan dalam airshow itu menunjukkan sebuah pesawat pengebom China melepaskan beberapa drone LJ-I, yang kemudian mensimulasikan serangan ke sebuah kapal penghancur milik Angkatan Laut China.

"Kapal penghancur berhasil mendeteksi drone-drone itu dengan sistem radar meskipun drone dalam mode siluman, lalu menembakkan rudal untuk menghancurkan drone yang datang dari atas dan menembakkan senjata dari jarak dekat untuk menembak jatuh satu drone yang ada di permukaan laut," demikian laporan Global Times saat itu.

China diketahui merupakan salah satu negara terdepan dalam teknologi drone, khususnya jenis drone berukuran kecil dan berbiaya rendah. Fakta ini diakui Departemen Pertahanan Amerika Serikat beberapa waktu terakhir.

(nvc/ita)