Serangan Granat di Ukraina, 4 Tentara Tewas

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 06 Agu 2019 23:25 WIB
Ilustrasi (Foto: AFP PHOTO/ GENYA SAVILOV)
Kiev - Serangan granat berpeluncur roket terjadi di wilayah timur Ukraina. Empat orang tentara tewas akibat serangan ini.

Dilansir dari AFP, Selasa (6/8/2019), Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Oleksandr Danylyuk mengatakan serangan ini terjadi di dekat desa Pavlopil dekat dengan kota pelabuhan Mariupol yang dikontrol Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut insiden itu sebagai upaya untuk merusak upaya Ukraina menuju perdamaian. Dia meminta Prancis, Jerman dan Rusia untuk bertemu secepat mungkin untuk melanjutkan negosiasi.



"Kami tidak akan berhenti bekerja untuk mengakhiri permusuhan atau meninggalkan serangan terhadap tentara kami tanpa jawaban," tulis Zelensky di halaman Facebook-nya.

Serangan kali ini disebut menyebabkan jumlah korban tertinggi sejak gencatan senjata diberlakukan pada 21 Juli. Gencatan senjata merupakan upaya terbaru untuk meredakan permusuhan antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia.

Dalam serangan terpisah, juru bicara militer Dmytro Gutsulyak mengatkaan separatis yang didukung Moskow menembaki posisi tentara Ukraina di dekat desa Bogdanivka yang terletak di selatan kubu pemberontak Donetsk. Separatis itu disebut menggunakan kendaraan tempur infanteri, peluncur granat dan senapan mesin berat.

Pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia, yang mengukir dua 'republik rakyat' di wilayah Donetsk dan Lugansk timur, telah bertempur sejak April 2014, usai aneksasi Krimea.



Sekitar 13.000 orang tewas dalam kekerasan yang dituduhkan Kiev kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Moskow sendiri membantah klaim yang menyebut mereka telah menyalurkan pasukan dan senjata melintasi perbatasan.

Serangkaian perjanjian gencatan senjata, yang ditengahi oleh Prancis dan Jerman telah membantu meredam permusuhan. Namun terkadang bentrokan serius berlanjut. (haf/haf)