detikNews
Jumat 05 Juli 2019, 19:14 WIB

Perintahkan Pembunuhan 5 Orang, Bos Gangster Belanda Dibui Seumur Hidup

Novi Christiastuti - detikNews
Perintahkan Pembunuhan 5 Orang, Bos Gangster Belanda Dibui Seumur Hidup Willem Holleeder dalam foto tahun 2014 (Robin van Lonkhuijsen/ANP/AFP)
Amsterdam - Bos gangster paling terkenal di Belanda divonis penjara seumur hidup atas dakwaan memerintahkan pembunuhan terhadap lima orang. Salah satu yang dibunuh adalah teman baiknya sendiri yang pernah menjadi kaki tangan dalam penculikan taipan bir terkemuka, Heineken, tahun 1980-an silam.

Seperti dilansir AFP, Jumat (5/7/2019), bos gangster bernama Willem Holleeder (61) ini dinyatakan bersalah oleh pengadilan Belanda, setelah sejumlah saudara perempuannya memberikan kesaksian memberatkan dalam persidangan. Holleeder dijuluki sebagai 'The Nose' merujuk pada fitur wajahnya yang paling dikenal publik.

"Hidupnya beranjak dari buruk menjadi lebih buruk, ditentukan oleh keserakahan, nafsu untuk kekuasaan dan kekerasan," sebut panel hakim Belanda saat membacakan putusan di pengadilan 'De Bunker' yang memiliki keamanan super ketat di Amsterdam.

Nama Holleeder mencuat setelah penculikan bos perusahaan bir ternama di Belanda, Freddy Heineken, tahun 1983 silam. Sebagai bos gangster, Holleeder berani muncul di televisi setempat dan bahkan dijuluki 'huggable criminal' karena berfoto selfie dengan penggemarnya di sebuah tempat minum bir di Amsterdam.


Pencitraan yang ditampilkan Holleeder di depan publik, bertolak belakang dengan kekejamannya yang tega memusnahkan siapa saja yang mengancam posisinya sebagai 'raja dunia penjahat Amsterdam'. Dia bahkan tegas mengenyahkan anggota keluarganya sendiri.

Dalam adegan yang mengingatkan pada film Hollywood 'Godfather' dan 'Goodfellas', Holleeder memerintahkan pembunuhan Cor van Hout yang merupakan mantan teman baiknya dan mitranya dalam kasus penculikan Heineken. Van Hout sebenarnya merupakan saudara ipar Holleeder karena dia punya anak dengan saudara perempuan Holleeder. Namun tetap saja, Van Hout ditembak mati di luar sebuah restoran di Amsterdam tahun 2003 lalu.

Salah satu saudara perempuan Holleeder, Astrid, menulis buku laris berjudul 'Judas' yang mengulas Holleeder. Dalam buku itu, Astrid membahas soal kemarahan yang dimiliki Holleeder dan perilaku brutal serta ingin mengontrol yang semakin lama semakin parah. Holleeder dituduh memerintahkan pembunuhan terhadap dua saudara perempuannya setelah mereka memberikan kesaksian memberatkan. Rencana pembunuhan itu digagalkan setelah satu satu rekan narapidana memberitahu polisi.

Secara total, Holleeder yang ditahan sejak tahun 2014 ini, dinyatakan bersalah atas lima dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan pembunuhan tak disengaja.

Situasi saat sidang putusan bos gangster Belanda, Willem Holleeder, di AmsterdamSituasi saat sidang putusan bos gangster Belanda, Willem Holleeder, di Amsterdam Foto: Koen van Weel/ANP/AFP

Holleeder dinyatakan bersalah memerintahkan pembunuhan Willem Endstra yang dijuluki 'banker for the mob' di Amsterdam tahun 2004, gangster John Mieremet di Thailand tahun 2005, kontraktor Kees Houtman juga tahun 2005 dan seorang rekannya yang bernama Thomas van der Bijl tahun 2006.

Persidangan Holleeder digelar tertutup dari publik karena alasan keamanan. Dalam putusannya, panel hakim menyebut Holleeder 'memiliki sikap tak bermoral dan acuh tak acuh terhadap hidup dan mati'.

"Kekerasannya telah membuat kerabat dekatnya memiliki keberanian untuk memberikan kesaksian saat mereka juga tidak melihat ada jalan keluar. Pengadilan sampai pada kesimpulan bahwa ada bahaya besar berulangnya tindak kriminal brutal dan oleh karena itu, hukuman penjara seumur hidup paling pantas," tegas panel hakim.

Atas vonis itu, Holleeder menyatakan akan mengajukan banding. Dia bersikeras menyangkal seluruh dakwaan yang dijeratkan terhadapnya.


Sebelum kasus ini, Holleeder pernah ditangkap dan diadili beberapa kali. Tahun 1987, dia bersama Van Hout divonis 11 tahun penjara atas kasus penculikan Heineken. Keduanya bebas setelah mendekam lima tahun di penjara dan memanfaatkan uang tebusan dari tindak penculikan itu -- yang disembunyikan dari aparat -- untuk membangun kerajaan kriminal yang bergantung pada perdagangan narkoba dan bisnis seks di Amsterdam.

Tahun 2007 lalu, Holleeder mendekam lima tahun di penjara atas kasus pemerasan, namun dia malah semakin terkenal setelah bebas.



Simak Video "Sekte Akhir Zaman Ditemukan 9 Tahun Mengisolasi Diri"
[Gambas:Video 20detik]

(nvc/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com