DetikNews
Rabu 20 Maret 2019, 17:55 WIB

China Akan Undang Diplomat-diplomat Eropa ke Xinjiang

Novi Christiastuti - detikNews
China Akan Undang Diplomat-diplomat Eropa ke Xinjiang Ilustrasi (BBC World)
Beijing - Pemerintah China akan mengundang para diplomat negara-negara Eropa yang berbasis di Beijing untuk mengunjungi langsung wilayah Xinjiang. Undangan ini menjadi dorongan diplomatik terbaru dari China yang berupaya memerangi kritikan terhadap program deradikalisasi di wilayah yang menjadi tempat tinggal etnis minoritas muslim itu.

Rencana untuk mengundang para diplomat Eropa itu disampaikan Kementerian Luar Negeri China kepada Reuters, seperti dilansir pada Rabu (20/3/2019).

Jika benar direalisasikan, maka ini akan menjadi kunjungan pertama oleh sejumlah besar diplomat negara-negara Barat ke wilayah Xinjiang. Kunjungan itu menjadi momen krusial karena China tengah menghadapi kritikan tajam negara-negara Barat dan kelompok-kelompok HAM atas pendirian fasilitas-fasilitas, yang oleh pakar PBB disebut sebagai kamp-kamp penahanan yang menampung lebih dari 1 juta warga etnis muslim Uighur dan warga etnis muslim lainnya.

Dituturkan sejumlah sumber diplomatik bahwa undangan untuk berkunjung ke Xinjiang pada akhir Maret ini telah dirilis secara informal, khususnya kepada para Duta Besar. Salah satu sumber menyebutnya sebagai upaya 'mencari tahu' ketertarikan para diplomat.


Otoritas China tidak secara jelas menyebutkan siapa yang akan ditemui maupun ke lokasi mana saja para diplomat Eropa itu akan berkunjung.

Juga tidak diketahui secara jelas apakah negara-negara Eropa akan menerima undangan ke Xinjiang tersebut, juga berapa banyak diplomat atau Duta Besar yang akan menerima undangan itu.

Tahun lalu, belasan Duta Besar negara-negara Barat, termasuk Prancis, Inggris, Jerman dan utusan Uni Eropa di Beijing, mengirimkan surat kepada pemerintah China untuk meminta bertemu pejabat tinggi Xinjiang, Chen Quanguo, guna membahas kekhawatiran soal situasi HAM di wilayah tersebut.

Para diplomat menyebut pemerintah China tidak pernah menanggapi surat tersebut. Tidak diketahui pasti apakah pertemuan dengan Chen akan diagendakan dalam kunjungan ke Xinjiang nantinya.

"Demi meningkatkan pemahaman pihak Eropa soal pencapaian pembangunan ekonomi dan sosial Xinjiang dan mendorong kerja sama dan pertukaran bilateral, China berencana dalam waktu dekat untuk mengundang para utusan Eropa yang berbasis di China untuk mengunjungi Xinjiang," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China kepada Reuters.


Disebutkan pihak kementerian bahwa tanggal dan detail lainnya soal rencana kunjungan itu masih dalam pembahasan. "Mendengar sesuatu sebanyak ratusan kali tidak sama baiknya dengan melihatnya langsung," kata Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya.

Misi Uni Eropa di Beijing menolak untuk mengomentari rencana undangan ke Xinjiang. Sejumlah diplomat yang memahami isu ini menyebut ada kekhawatiran bahwa para diplomat Eropa akan dimanfaatkan untuk tujuan propaganda, merujuk pada foto-foto yang diambil dan artikel-artikel yang dipublikasikan media nasional China soal kunjungan terbaru utusan asing lainnya ke Xinjiang.

"Tidak ada gunanya jika kita hanya akan digambarkan mendukung kamp-kamp tersebut," ujar salah satu diplomat.

Diketahui bahwa sebelumnya telah dilakukan dua kunjungan oleh sekelompok diplomat -- kelompok kecil diplomat Uni Eropa dan kelompok diplomat beberapa negara -- ke Xinjiang sepanjang tahun ini. Namun salah satu diplomat yang pernah ke Xinjiang mengeluhkan bahwa agenda yang disusun pemerintah China melibatkan kehadiran wartawan media nasional China yang terus mengambil foto dan mewawancarai mereka. "Tidak mungkin menghindari mereka," cetusnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed