DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 09:30 WIB

Senator AS Yakini Wartawan yang Hilang di Turki Dibunuh Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Senator AS Yakini Wartawan yang Hilang di Turki Dibunuh Arab Saudi Jamal Khashoggi (Middle East Monitor/Handout via REUTERS/File Photo)
Washington DC - Seorang senator terkemuka di Amerika Serikat (AS), Bob Corker, menyatakan keyakinan bahwa wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi tewas dibunuh. Senator senior Partai Republik ini juga terang-terangan menyebut Saudi yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

Senator Corker yang menjabat Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS menuturkan pada CNN, seperti dilansir pada Jumat (12/11/2018), bahwa 'intel secara langsung menuding' Saudi atas hilangnya Khashoggi (59) yang juga merupakan kolumnis media ternama AS, The Washington Post.


Ditegaskan Corker bahwa Saudi harus 'menunjukkan' Khashoggi ke publik jika ingin mengakhiri kekhawatiran yang kini merajalela.

"Semuanya mengarah pada Arab Saudi dan akan muncul bahwa dia (Khashoggi-red) tidak lagi hidup," sebut Corker.

"Saya akan berpkir jika itu memang Arab Saudi (yang bertanggung jawab) dan dia (Khashoggi-red) masih hidup, dengan semua hal yang terjadi saat ini, mereka (Saudi-red) harus menunjukkannya," imbuhnya.


Dalam pernyataan terpisah, Senator senior Republikan lainnya, Lindsey Graham, menyebut bahwa kemungkinan bahwa Khashoggi telah meninggal dunia semakin meningkat. Graham juga menambahkan bahwa 'seluruh indikasi' mengarah kepada Saudi.

"Mereka perlu menjelaskan, Arab Saudi perlu menjelaskan, apa yang sebenarnya terjadi di konsulat," tegas Graham yang Senator South Carolina dan sebelumnya menyebut dirinya sebagai pendukung kuat Saudi ini.

Khashoggi menghilang sejak masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, untuk mengurus dokumen penting agar bisa menikahi tunangannya asal Turki, Hatice Cengiz. Sang tunangan menemani Khashoggi saat itu, namun tidak diperbolehkan masuk. Cengiz menunggu di luar Konsulat Saudi namun hingga kini Khashoggi tidak pernah keluar.


Otoritas Saudi menyebut Khashoggi telah keluar sesaat usai masuk ke dalam konsulat. Namun otoritas Turki dan Cengiz bersikeras bahwa Khashoggi masih ada di dalam Konsulat Saudi. Tudingan pun muncul bahwa Khashoggi yang pengkritik keras kebijakan Saudi ini dibunuh di dalam konsulat. Tudingan itu dibantah keras oleh otoritas Saudi yang menyebutnya sebagai 'tuduhan tak berdasar'.

Komentar-komentar keras dari para politikus senior Partai Republik itu semakin menyoroti ketegangan yang muncul antara Kongres AS dengan Gedung Putih terkait kasus hilangnya Khashoggi. Kongres AS menyerukan langkah tegas, namun pemerintahan Presiden Donald Trump mengisyaratkan keengganan mengambil langkah keras terhadap Saudi yang merupakan sekutu penting AS.


Simak Juga 'Kata Suu Kyi Soal 2 Wartawan yang Dibui 7 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed