DetikNews
Selasa 14 Agustus 2018, 17:42 WIB

Singapura Akui Sita Jet Pribadi Jho Low Terkait 1MDB

Novi Christiastuti - detikNews
Singapura Akui Sita Jet Pribadi Jho Low Terkait 1MDB Jho Low (Dok. freemalaysiatoday.com)
Singapura - Singapura menyebut jet pribadi miliarder Malaysia, Low Taek Jho alias Jho Low, yang diduga dibeli dengan dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB) ada di wilayahnya. Pemerintah Malaysia sedang memburu dan berniat menyita jet pribadi senilai US$ 35 juta (Rp 502,9 miliar) itu.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Selasa (14/8/2018), Kepolisian Singapura dalam pernyataannya menyebut jet pribadi jenis Bombardier Global 5000 itu kini diparkir di Bandara Seletar.


Konfirmasi semacam ini merupakan yang pertama disampaikan oleh otoritas Singapura. Kepolisian Singapura menyatakan, sejauh ini belum ada permohonan resmi dari pemerintah Malaysia soal pengembalian jet pribadi itu.

"Singapura belum menerima permohonan resmi dari otoritas Malaysia yang meminta pengembalian pesawat," sebut Kepolisian Singapura dalam pernyataannya.

"Permohonan semacam itu, bersama dengan permohonan pengembalian aset-aset sitaan terkait 1MDB lainnya, akan ditangani sesuai kerangka hukum Singapura," imbuh pernyataan itu.


Setelah berhasil mendapatkan kembali superyacht mewah Equanimity senilai US$ 250 juta (Rp 3,5 triliun) milik Jho Low, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, mengungkapkan fokus baru untuk memburu jet pribadi Jho Low.

Dalam konferensi pers, Senin (13/8) kemarin, Mahathir menyatakan jet pribadi Jho Low akan dibawa kembali ke Malaysia 'sesegera mungkin setelah bisa terbang'. Mahathir menyebut jet pribadi itu perlu diperiksa dan diuji kelaikan terbangnya sebelum dibawa ke Malaysia.

"Jet Jho Low akan dibawa ke sini sesegera mungkin setelah kita membuatnya bisa terbang. Jet itu di-grounded sangat lama dan pesawat yang tidak terbang rutin perlu diservis dan diperiksa," ujar Mahathir usai memimpin pertemuan Komisi Khusus Antikorupsi dalam kabinetnya.


"Kapan saja jet itu bisa terbang, kita akan membawanya ke sini," imbuhnya seperti dilansir The Star.

Baik jet pribadi maupun superyacht Equanimity masuk dalam daftar aset yang digugat oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) atau DOJ untuk disita terkait penyelidikan terhadap dugaan konspirasi global pencucian uang terkait 1MDB. Menurut DOJ, Jho Low membeli jet pribadi itu seharga US$ 35,4 juta (Rp 502,9 miliar) tahun 2010 dengan dana yang diduga dicuri dari 1MDB.

Diketahui juga bahwa jet pribadi itu telah disita pemerintah Singapura sejak Februari 2017. Otoritas Singapura yang juga menyelidiki skandal 1MDB, telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Jho Low dan rekannya, Eric Tan Kim Loong, sejak tahun 2016.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed