DetikNews
Kamis 07 Juni 2018, 14:21 WIB

Jho Low Diburu Komisi Antikorupsi Malaysia Terkait Skandal 1MDB

Novi Christiastuti - detikNews
Jho Low Diburu Komisi Antikorupsi Malaysia Terkait Skandal 1MDB Jho Low (Dok. South China Morning Post)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kuala Lumpur - Miliarder muda asal Malaysia, Low Taek Jho alias Jho Low, tengah diburu oleh Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC). Jho Low diburu terkait penyelidikan SRC International yang merupakan unit perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang diselimuti korupsi.

Seperti dilansir media Malaysia, The Star dan Malay Mail, Kamis (7/6/2018), MACC mengumumkan Jho Low (37) tengah dicari untuk membantu penyelidikan terhadap SRC International. Pemberitahuan terbaru yang dirilis Kamis (7/6) ini kemungkinan besar terkait dengan pemberitahuan yang dirilis tahun 2015, yang menyatakan ingin meminta Jho Low bekerja sama dalam penyelidikan.

Selain memburu Jho Low, MACC juga mencari seseorang bernama Nik Faisal Ariff Kamil Nik Othmand Arif Kamil (47) yang merupakan Direktur SRC Internasional.


SRC International Sdn Bhd dibentuk pemerintahan mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak pada tahun 2011 untuk mengejar investasi internasional dalam sektor sumber daya energi. Bukti yang didapat MACC akhir tahun 2015 menunjukkan aliran dana sebesar US$ 10,6 juta atau setara 42 juta ringgit (Rp 146 miliar) dari SRC International telah ditransfer ke sebuah rekening milik Najib.

Disebutkan dalam pemberitahuan itu bahwa alamat terakhir Jho Low ada di Tanjung Bungah, Penang. Sedangkan alamat terakhir Nik Faisal disebut ada di Shah Alam, Selangor. Setiap orang yang memiliki informasi atau mengenal keduanya diminta untuk menghubungi penyidik MACC yang nomornya dicantumkan dalam pemberitahuan itu.

Keberadaan pengusaha muda ini tidak diketahui pasti. Dia diyakini berpindah-pindah tempat antara Thailand, Taiwan dan Hong Kong.


Nama Jho Low mencuat ke publik setelah namanya beberapa kali disebut terkait skandal korupsi 1MDB, baik di Malaysia maupun di luar negeri. Di Amerika Serikat (AS), nama Jho Low terkait dengan gugatan penyitaan aset-aset yang diduga didapatkan dengan menggunakan uang yang diselewengkan dari 1MDB. Gugatan diajukan oleh Departemen Kehakiman AS.

Sedangkan di Indonesia, nama Jho Low dikaitkan dengan penyitaan yacht mewah senilai Rp 3,5 triliun di Bali. Disebutkan bahwa yacht itu milik Jho Low. Jho Low sendiri berulang kali membantah terkait dengan 1MDB. Dia bersikeras bahwa keterlibatannya telah berakhir dengan perusahaan negara yang sebelumnya bernama Terengganu Investment Authority itu.

Tahun 2015, penyidik MACC pergi ke luar negeri untuk menanyai Jho Low dan seorang Direktur SRC International lainnya, Suboh Md Yasson. Kasus ini diyakini telah dihentikan setelah mantan Jaksa Agung Malaysia, Mohamed Apandi Ali, bersikeras tidak ada pelanggaran hukum terkait aliran dana 42 juta ringgit dari SRC International dan donasi 2,6 miliar ringgit ke rekening pribadi Najib.


Setelah Najib lengser dan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin PM Mahathir Mohamad berkuasa, penyelidikan skandal 1MDB termasuk penyelidikan terhadap SRC International dibuka kembali. Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, telah dimintai keterangan oleh MACC beberapa waktu lalu.

Sebelumnya MACC mengumumkan tengah memburu dua orang bernama Mohamed Redzuan Adamshah (43) dan Toh Lean Seng (45) terkait penyelidikan SRC International. Keduanya diyakini telah kabur ke luar negeri. Namun tidak disebut lebih lanjut peran keduanya dalam kasus ini.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Nasib Najib Razak
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed