DetikNews
Senin 16 April 2018, 11:22 WIB

Liga Arab Serukan Penyelidikan Atas Serangan Kimia di Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Liga Arab Serukan Penyelidikan Atas Serangan Kimia di Suriah Anak-anak yang menjadi korban serangan kimia di Douma, Suriah pada 7 April lalu. Serangan kimia ini mendasari AS dan sekutunya membombardir Suriah pada Sabtu (14/4) lalu. (Anadolu Agency)
Riyadh - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab menyerukan dilakukannya penyelidikan internasional terhadap dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah. KTT Liga Arab juga mengecam Iran yang dianggap melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain, seperti dalam konflik Suriah.

"Kami menekankan kecaman mutlak kami terhadap penggunaan senjata kimia terhadap rakyat Suriah dan kami meminta dilakukannya penyelidikan internasional independen untuk menjamin penerapan hukum internasional terhadap siapa saja yang terbukti menggunakan senjata kimia," demikian pernyataan gabungan dari negara-negara anggota Liga Arab yang menghadiri KTT ini, seperti dilansir Reuters, Senin (16/4/2018).

Pernyataan KTT Liga Arab itu juga menekankan perlunya solusi politik untuk konflik Suriah yang telah melibatkan banyak pihak.


Pekan lalu, sejumlah organisasi kemanusiaan seperti organisasi White Helmets dan Syrian American Medical Society melaporkan serangan gas kimia beracun telah terjadi di Douma, Suriah, pada 7 April lalu. Dilaporkan dua organisasi itu bahwa lebih dari 500 orang dibawa ke pusat-pusat medis 'dengan gejala-gejala yang mengindikasikan paparan ke zat kimia'. Puluhan orang termasuk anak-anak dilaporkan tewas akibat serangan kima itu.

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS), menyatakan telah memiliki bukti bahwa serangan kimia itu didalangi rezim Suriah. Pada Sabtu (14/4) dini hari waktu setempat, AS bersama Inggris dan Prancis melancarkan serangan rudal ke sejumlah fasilitas senjata kimia Suriah.

Saudi dan sekutunya menyatakan dukungan bagi serangan rudal yang dilancarkan AS, Inggris dan Prancis itu.


Rezim Suriah telah menyangkal menggunakan atau memiliki senjata kimia. Rezim Presiden Bashar al-Assad juga mengecam serangan AS bersama Inggris dan Prancis itu sebagai 'aksi agresi'.

Selama tiga tahun terakhir, rezim Assad mendapat bantuan militer dari Rusia dan Iran. Bantuan ini dinilai banyak membantu rezim Assad untuk memerangi pemberontak yang ingin melengserkannya. Komunike atau pernyataan gabungan dari KTT Liga Arab ini menyerukan sanksi internasional lebih banyak terhadap Iran. Komunike itu juga meminta Iran untuk menarik milisinya dari Suriah dan Yaman.

"KTT mengecam intervensi Iran terhadap urusan dalam negeri negara-negara Arab, baik dengan mengobarkan perselisihan sektarian atau mengerahkan milisi ke negara-negara Arab seperti Lebanon, Irak dan Yaman, dan diam-diam melindungi teroris Al-Qaeda," sebut Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, dalam konferensi pers.


Iran telah menyangkal tudingan itu dan menolak kecaman yang diarahkan kepadanya dengan menyebutnya dipicu oleh tekanan Saudi. "Bayang-bayang kebijakan Saudi yang menghancurkan terlihat jelas dalam pernyataan akhir KTT itu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi, seperti dikutip media nasional Iran.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed