DetikNews
Rabu 13 Desember 2017, 09:07 WIB

Kim Jong-Un Bersumpah Jadikan Korut 'Kekuatan Nuklir Terkuat Dunia'

Novi Christiastuti - detikNews
Kim Jong-Un Bersumpah Jadikan Korut Kekuatan Nuklir Terkuat Dunia Kim Jong-Un saat mengunjungi Gunung Paektu beberapa waktu lalu (KCNA via Reuters)
Pyongyang - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un bersumpah akan menjadikan Korut sebagai 'kekuatan nuklir terkuat di dunia'. Hal ini disampaikan di tengah upaya Amerika Serikat (AS) untuk menjalin dialog dengan rezim komunis itu.

Korut selama ini memancing kecaman internasional dengan serangkaian uji coba rudal dan nuklir yang dilakukannya. Beberapa waktu terakhir, Korut diperkirakan tengah sibuk mengembangkan hulu ledak nuklir yang mampu mencapai wilayah AS.

Seperti dilansir AFP, Rabu (13/12/2017), berbicara dalam upacara yang dihadiri orang-orang yang mewujudkan uji coba rudal terbaru, Kim Jong-Un menegaskan mereka mampu mencapai prestasi lebih besar.

"Akan maju dengan kemenangan dan melonjak sebagai kekuatan militer dan kekuatan nuklir terkuat di dunia," ucap Kim Jong-Un dalam upacara yang digelar Selasa (12/12) waktu setempat, seperti dikutip kantor berita Korean Central News Agency (KCNA).

"Industri pertahanan nasional akan terus mengembangkan dan kita akan menang dalam konfrontasi dengan para imperialis dan AS," tegasnya. Ditambahkan Kim Jong-Un, kekuatan nuklir Korut telah dilengkapi dengan 'perjuangan meregang nyawa' yang menghabiskan banyak biaya.


Komentar Kim Jong-Un ini disampaikan saat kekuatan dunia sibuk mencari solusi untuk krisis nuklir Korut. AS sendiri mendukung sanksi-sanksi ekonomi dan diplomatik terhadap rezim Korut demi menghentikan ambisi nuklir mereka.

Namun Korut terus meluncurkan rudal-rudalnya, memberikan ancaman besar untuk Presiden AS Donald Trump. Kekhawatiran pecahnya perang nuklir di Semenanjung Korea semakin memuncak dengan perang kata-kata dan saling lempar hinaan antara Trump dengan Kim Jong-Un.

Ketegangan di Semenanjung Korea memasuki babak baru setelah Korut meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru, Hwasong-15. Korut mengklaim rudal antarbenua jenis baru itu mampu membawa 'hulu ledak super besar' ke lokasi manapun di daratan AS.

Uji coba terbaru Korut itu memupuskan harapan digelarnya dialog dengan Korut, yang meningkat setelah Korut tidak melakukan aktivitas uji coba rudal dalam waktu dua bulan sejak 15 September lalu.

Namun Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menegaskan AS terus melakukan semua hal demi 'memaksa' Korut merundingkan pelucutan nuklirnya. "Seperti telah saya katakan berulang kali, saya akan terus melanjutkan upaya diplomatik hingga bom pertama jatuh," ucapnya beberapa waktu lalu.


Namun Tillerson juga memperingatkan bahwa militer AS selalu siaga jika memang diperlukan untuk beraksi menghadapi ancaman nuklir Korut.


(nvc/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed