DetikNews
Selasa 26 September 2017, 04:05 WIB

Pentagon Siap Terima Perintah Trump Soal Aksi di Korea Utara

Elza Astari Retaduari - detikNews
Pentagon Siap Terima Perintah Trump Soal Aksi di Korea Utara Donald Trump (kiri). (Foto: Getty Images/detikcom).
Jakarta - Korea Utara menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendeklarasikan perang dengan negaranya dan menyatakan memiliki hak untuk menembak jatuh pesawat pengebom negeri paman Sam itu. AS pun mempersilakan Trump untuk menangani Korut.

Ancaman terhadap AS disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-Ho. Pernyataan itu muncul dua hari setelah pesawat tempur AS terbang mendekati pantai Korea Utara.

"Operasi itu dilakukan di wilayah udara internasional, di atas perairan internasional sehingga kami memiliki hak untuk terbang, berlayar dan beroperasi di tempat yang diizinkan secara hukum di seluruh dunia," kata juru bicara Pentagon Kolonel Rob Manning seperti dilansir CNN, Selasa (26/9/2017).


Mengenai memanasnya hubungan AS dan Korut setelah negara pimpinan Kim Jong-Un itu melakukan uji coba nuklir, Manning mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Trump. Militer AS siap mendukung penuh kebijakan Trump dalam menangani Korut.

"Militer AS akan mengambil semua opsi untuk memastikan bahwa kita melindungi sekutu kita dan mitra kita dan tanah air kita jadi jika Korea Utara tidak menghentikan tindakan provokatif, kita akan memastikan bahwa kita memberikan pilihan kepada presiden untuk menangani Korea Utara," ucap Manning.

Soal pernyataan Ri yang menyebut Trump telah mendeklarasikan perang terhadap Korut, dia menyebut Presiden Trump memiliki pilihan militer. Manning mengisyaratkan militer AS siap mendukung segala kebijakan Trump.


"Kami memiliki segudang pilihan militer yang kuat untuk memberi persediaan kepada Presiden sehingga dia bisa memutuskan bagaimana dia ingin berurusan dengan Korea Utara dan rezim tersebut. Kami dipuji dan kami siaga dan kami siap bertarung malam ini," tuturnya.

Angkatan Laut AS disebut juga akan terus bersiaga di dekat semenanjung Korea. Kondisi tidak akan berubah meski situasi kedua negara itu memanas. Ancaman keras dari Korea Utara juga tak akan membuat militer AS pergi.

Dua pejabat pertahanan AS mengatakan kapal Induk ASS Ronald Reagen akan melakukan latihan maritim dengan angkatan laut Korea Selatan di sekitar semenanjung Korea pada akhir Oktober. Meski ada ketegangan baru, para pejabat menyatakan latihan panjang itu tetap akan berlangsung seperti yang telah direncanakan. Latihan serupa telah memicu kecaman keras Korea Utara di masa lalu.


Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Katina Adams menyebut Trump tidak mendeklarasikan perang terhadap Korea Utara. Tudingan Korut tersebut muncul sebagai respon atas cuitan Trump yang mengatakan 'mereka tak akan ada lebih lama lagi'.

"Amerika Serikat belum 'mengumumkan perang' di Korea Utara. Kami terus mencari denuklirisasi damai di Semenanjung Korea," ucapnya.

Adams juga membela hak AS yang melakukan terbang bebas di wilayah udara internasional. Ini terkait pesawat tempur AS yang terbang didekat wilayah Korut.


"Tidak ada negara yang memiliki hak untuk menembaki pesawat atau kapal negara lain di wilayah udara internasional atau perairan," tegas Adams.

Sekjen PBB Antonio Guterres sudah angkat bicara soal ini. Menurut dia, satu-satunya solusi untuk krisis tersebut adalah dengan cara politik.

PBB juga telah mengingatkan soal ketegangan antara AS dan Korut ini. Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyebut pernyataan provakatif akan berdampak buruk.

"Percakapan panas bisa menyebabkan kesalahpahaman fatal," tukas Dujarric.
(elz/yld)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed