DetikNews
Rabu 20 September 2017, 18:28 WIB

Puluhan Bidan Bantu Pengungsi Rohingya Melahirkan di Bangladesh

Novi Christiastuti - detikNews
Puluhan Bidan Bantu Pengungsi Rohingya Melahirkan di Bangladesh Kamp pengungsian Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh (REUTERS/Cathal McNaughton)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Dhaka - Puluhan bidan terlatih diterjunkan ke kamp-kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh. Para bidan ini ditugaskan membantu para pengungsi Rohingya melahirkan bayi mereka, juga membantu para ibu muda di antara ratusan ribu pengungsi yang kabur dari Myanmar.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (20/9/2017), sekitar 35 bidan dikerahkan ke dua kamp pengungsian di Cox's Bazar, dekat perbatasan Myanmar, dalam beberapa minggu terakhir. Para bidan ini telah dilatih badan oleh Dana Populasi PBB (UNFPA) untuk bekerja dalam situasi krisis.


Dijelaskan UNFPA, para bidan ini mampu memberikan bantuan medis dalam situasi darurat, mulai menangani penyakit seks menular, korban kekerasan seksual hingga membantu wanita hamil melahirkan dan membantu ibu-ibu muda.

"Sejumlah besar orang terus berdatangan, situasinya cukup membuat kewalahan," ujar Kepala Divisi Kesehatan pada UNFPA, Sathya Doraiswamy.

"Para bidan kami biasa bekerja dalam situasi yang lebih stabil, dengan wanita-wanita Bangladesh lainnya; ada kendala bahasa dan kendala lainnya, tapi mereka menerima situasi sulit ini," imbuhnya.


Disebutkan Doraiswamy, para bidan terlatih ini telah membantu proses kelahiran sedikitnya 200 bayi sejak aliran pengungsi Rohingya ke Bangladesh mulai muncul kembali pada 25 Agustus lalu, setelah konflik pecah di Rakhine. Lebih dari 420 ribu pengungsi Rohingya melarikan diri dari konflik terbaru di Rakhine.

Doraiswamy menuturkan, otoritas Bangladesh telah menampung ratusan ribu pengungsi Rohingya di berbagai kamp pengungsian di wilayahnya sejak tahun 1990-an. Sekitar dua pertiga di antaranya merupakan wanita dan anak perempuan, termasuk wanita hamil dan para ibu muda.

"Orang-orang datang dalam keadaan kelaparan, kehausan, sakit, mereka telah berjalan selama berhari-hari dan mereka mengalami trauma secara emosional. Tetap saja, para wanita hamil dan ibu-ibu muda di kamp mengetahui mereka memiliki tempat aman dan dirawat dengan baik oleh para bidan," terang bidan spesialis UNFPA, Rondi Anderson.


Para bidan di kamp pengungsian telah terlatih untuk menghadapi berbagai situasi krisis. Mereka merupakan bagian dari program nasional yang didukung pemerintah Bangladesh dan UNFPA serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Ada banyak tantangan. Tapi bahkan dalam situasi sulit seperti ini, ada kebahagiaan bagi semua orang saat seorang bayi lahir dengan selamat," ucap Anderson.


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed