Tentara Filipina Selamatkan 2 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Sep 2017 11:35 WIB
Ilustrasi (detikcom/Luthfy Syahban)
Manila - Tentara Filipina berhasil menyelamatkan dua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Penyelamatan dilakukan setelah terjadi baku tembak di Mindanao yang menewaskan lima anggota Abu Sayyaf.

Dituturkan Komandan Militer Filipina, Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana, kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Kamis (7/9/2017), baku tembak terjadi antara militer Filipina dengan sedikitnya 20 anggota Abu Sayyaf di Jolo, markas kuat kelompok tersebut di Mindanao, Filipina bagian selatan. Lima tentara Filipina mengalami luka-luka dalam baku tembak itu.

"Beberapa menit kemudian, kami mencegat sebuah van yang membawa dua sandera Indonesia saat mengejar anggota Abu Sayyaf setelah baku tembak terjadi," terang Sobejana.

"Mereka (dua sandera Indonesia-red) saat ini aman dan tengah melakukan tanya-jawab taktis usai menjalani pemeriksaan medis," imbuhnya.


Identitas kedua WNI yang diselamatkan dari Abu Sayyaf itu tidak dirilis ke publik. Namun Sobejana menyatakan, dua nelayan Indonesia diculik dari sebuah kapal berbendera Malaysia pada November 2016, saat berlayar di dekat perairan Sabah, Malaysia.

Abu Sayyaf dikenal akan aksi pemenggalan sandera dan penculikan demi uang tebusan. Kelompok ini beberapa kali menyerang kapal pencari ikan dan kapal niaga yang berlayar di perairan Sulu dan dekat Sulawesi. Keberadaan Abu Sayyaf menjadi salah satu ancaman keamanan domestik terbesar bagi pemerintah Filipina.

Terlebih, kelompok Abu Sayyaf terbagi-bagi ke dalam banyak faksi dengan tujuan berbeda. Satu faksi mengejar agenda ekstremis murni, sedangkan faksi lainnya lebih fokus pada agenda kejahatan seperti pembajakan dan penculikan untuk uang tebusan.

Abu Sayyaf biasanya menyandera puluhan sandera pada saat bersamaan. Mereka akan mencari korban baru setelah mengeksekusi mati atau membebaskan sandera yang telah membayar tebusan. Satu sandera asal Jerman dan dua sandera Kanada dipenggal Abu Sayyaf pada 2016, setelah batasan waktu untuk uang tebusan terlewati.


Menurut militer Filipina, Abu Sayyaf saat ini masih menyandera 18 sandera di Pulau Jolo dan Basilan. Di antara mereka yang disandera, terdapat belasan warga negara asing termasuk dari Indonesia, Jepang, Malaysia, Belanda dan Vietnam.

Abu Sayyaf memiliki anggota yang ikut serta dalam pertempuran sengit di kota Marawi, Mindanao, yang telah berlangsung lebih dari 100 hari. Militer Filipina masih terus berjuang untuk menguasai kembali kota Marawi, yang sebagian dikuasai militan lokal bernama Maute. Lebih dari 800 orang termasuk 145 tentara tewas dalam pertempuran sengit di Marawi.

(nvc/ita)