Pengebom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande Pernah Dilatih ISIS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 26 Mei 2017 15:54 WIB
Salman Abedi (BBC)
Washington DC - Salman Abedi, pelaku bom bunuh diri di Manchester, Inggris, diyakini pernah pergi ke Suriah. Abedi juga diyakini sempat mendapat pelatihan langsung dari kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di sana.

Seperti dilansir CNN, Jumat (26/5/2017), informasi itu dituturkan seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang memahami penyelidikan awal teror bom Manchester. Kepolisian Inggris kini tengah menyelidiki dugaan keterlibatan jaringan yang lebih luas dalam teror bom ini.

Pejabat AS yang enggan disebut namanya itu menuturkan kepada CNN, bahwa Abedi kemungkinan besar pernah mendapat pelatihan ISIS di Suriah. Pelatihan itu diterima Abedi sekitar beberapa bulan sebelum teror bom melanda Manchester pada Senin (22/5) malam.

Baca juga: Salman Abedi Ingin Balas Dendam Atas Kematian Temannya

Tidak dijelaskan lebih rinci oleh pejabat AS ini, soal pelatihan militan yang diterima Abedi.

Otoritas Inggris sendiri pernah melontarkan kecurigaan bahwa Abedi pergi ke Suriah sebelum melakukan aksi bom bunuh diri. Abedi diyakini telah diradikalisasi hingga akhirnya mendalangi teror bom yang menewaskan 22 orang di Manchester Arena, lokasi konser Ariana Grande.

Sumber pejabat AS ini menambahkan, tidak hanya Abedi saja, namun beberapa anggota keluarga Abedi lainnya juga telah diradikalisasi.

Baca juga: 22 Korban Tewas Bom Konser Ariana Grande Telah Teridentifikasi

Seperti diketahui bahwa ayah dan adik laki-laki Abedi, Ramadan dan Hashem, telah ditangkap otoritas Libya, pekan ini. Adik Abedi, Hashem, bahkan dicurigai mengetahui rencana teror kakaknya dan tengah merencanakan aksi serupa di Tripoli, Libya.

Otoritas Libya dalam pernyataannya meyakini, Hashem dan Salman Abedi sama-sama telah menjadi anggota ISIS. Dalam pernyataan via media sosial, ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Manchester itu. ISIS menyebut teror bom itu didalangi oleh 'tentara khalifah'-nya.

Seiring penyelidikan berjalan, sejumlah informasi lainnya bermunculan soal Abedi. Selain diketahui pernah pergi ke Libya, negara asal orangtuanya, Abedi juga diketahui sempat transit di Istanbul, Turki dan Dusseldorf, Jerman sebelum kembali ke Inggris untuk mendalangi bom bunuh diri.

(nvc/nwk)