Korut Akan Dialog dengan AS Jika Situasi Memungkinkan

Korut Akan Dialog dengan AS Jika Situasi Memungkinkan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Mei 2017 14:45 WIB
Korut Akan Dialog dengan AS Jika Situasi Memungkinkan
Ilustrasi
Beijing - Korea Utara (Korut) menyatakan akan berdialog dengan pemerintah Amerika Serikat (AS), jika kondisinya memungkinkan. Hal ini disampaikan diplomat senior Korut di tengah ketegangan kedua negara yang dilaporkan semakin memuncak.

Dilaporkan kantor berita Korea Selatan (Korsel) Yonhap, seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/5/2017), Choe Son Hui yang merupakan Direktur Jenderal untuk AS pada Kementerian Luar Negeri Korut menyampaikan hal itu kepada wartawan yang menemuinya di Beijing, China.

"Kita akan melakukan dialog jika kondisinya memungkinkan," ucap Choe saat ditanya apakah Korut sedang bersiap untuk berdialog dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Choe yang merupakan anggota senior tim perunding nuklir Korut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Korut: Bos Intelijen Korsel Dalangi Plot Pembunuhan Kim Jong-Un

Choe baru pulang dari Norwegia untuk menghadiri pertemuan 'Track Two' dengan mantan pejabat pemerintahan AS. Sumber yang memahami pertemuan itu, seperti dikutip media Jepang, menyebut sedikitnya satu mantan pejabat AS hadir, namun tanpa keterlibatan pemerintahan Trump.

Saat ditanya lagi soal apakah Korut juga bersiap untuk berdialog dengan pemerintah baru Korsel yang dipimpin Presiden Moon Jae-In, Choe menjawab: "Mari kita lihat."

Beberapa saat usai dilantik pada Rabu (10/5) pekan ini, Presiden Moon yang beraliran liberal mengutarakan niatnya untuk mengunjungi Pyongyang, Korut, jika kondisinya tepat. Moon dari Partai Demokrat Korsel ini memang memiliki pendekatan lebih moderat untuk isu Korut.

Baca juga: CIA Buka Pusat Misi Korea Untuk Pantau Korut

Moon menegaskan, dialog harus juga harus digelar, sejalan dengan penerapan sanksi untuk menyelesaikan persoalan senjata nuklir Korut. Langkah ini bertentangan dengan pendekatan AS yang keras terhadap Korut, terutama di bawah Trump, yang tak mengesampingkan opsi militer.

Korut sendiri sebelumnya menyatakan siap berperang dengan AS, saat menanggapi retorika keras Tump.

Namun dalam perkembangannya, Trump menyatakan dirinya lebih memiliki jalur diplomatik untuk isu nuklir Korut. Trump pernah menyatakan dirinya akan 'merasa terhormat' untuk bertemu dengan pemimpin Korut, Kim Jong-Un.

(nvc/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads