"Pembentukan Pusat Misi Korea memungkinkan kami untuk lebih mengintegrasikan dan mengarahkan upaya-upaya CIA terhadap ancaman-ancaman serius bagi AS dan sekutu-sekutunya yang berasal dari Korut," ujar Direktur CIA Mike Pompeo dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (11/5/2017).
"Itu juga mencerminkan dinamisme dan ketangkasan yang dibawa CIA terhadap tantangan-tantangan keamanan nasional yang berkembang," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan pusat kesebelas milik CIA. Beberapa pusat CIA lainnya termasuk: Pusat Misi untuk Afrika, Pusat Misi Kontraintelijen, Pusat Misi Kontraterorisme dan lainnya.
Pembentukan misi baru CIA ini diumumkan di tengah kegeraman Washington atas penolakan Korut untuk menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya. Pemerintahan Presiden Donal Trump bahkan telah mengancam akan memberikan respons militer terhadap Korut terkait program nuklir dan rudalnya.
Sebagai respons atas ancaman tersebut, pemerintah Korut kembali melakukan uji coba rudal dan bahkan mengisyaratkan akan adanya uji coba nuklir dalam beberapa pekan ini. Korut juga telah mengingatkan AS dan negara-negara sekutunya, Korea Selatan, Australia dan Jepang akan adanya respons militer yang hebat jika terjadi invasi.
(ita/ita)











































