DetikNews
Jumat 21 April 2017, 17:45 WIB

Kapal Induk AS Masih Jauh dari Korut, Media Korsel Sindir Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Kapal Induk AS Masih Jauh dari Korut, Media Korsel Sindir Trump USS Carl Vinson/REUTERS/Kim Hong-Ji
Seoul - Kebingungan yang dipicu oleh kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Carl Vinson menjadi bahan sindiran oleh politikus dan media Korea Selatan (Korsel). Pejabat senior AS sebelumnya mengungkapkan kapal induk bertenaga nuklir itu ternyata masih jauh dari perairan Semenanjung Korea.

Informasi itu berbeda dengan klaim Presiden AS Donald Trump dan beberapa pejabat AS sebelumnya, bahwa USS Carl Vinson telah berlayar dari Singapura menuju perairan Pasifik Barat, dekat Semenanjung Korea. Langkah itu dimaksudkan sebagai unjuk kekuatan pada Korea Utara (Korut).

Menurut pejabat senior pemerintahan AS yang enggan disebutkan namanya, ada miskomunikasi antara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS dengan Gedung Putih soal pergerakan USS Carl Vinson. Pejabat AS ini menyalahkan kurangnya tindak lanjut dari komandan militer yang mengawasi pergerakan USS Carl Vinson.

Baca juga: Kapal Induk AS Ternyata Masih Jauh dari Semenanjung Korea

Seperti dilansir CNN, Jumat (21/4/2017), kebingungan informasi ini membuat warga, politikus dan media Korsel mempertanyakan kepemimpinan Trump. Mereka juga meragukan strategi Trump dan pemerintahannya dalam menghadapi ancaman Korut yang tak bisa ditebak.

"Apa yang dikatakan Trump sangat penting bagi keamanan nasional Korea Selatan," ucap kandidat calon presiden Korsel, Hong Joon-Pyo, kepada Wall Street Journal (WSJ). Korsel akan menggelar pemilihan presiden pada 9 Mei mendatang, setelah Park Geun-Hye dimakzulkan.

"Jika itu adalah kebohongan, maka selama Trump menjabat, Korea Selatan tidak akan mempercayai apapun yang dikatakan Trump," imbuhnya.

Baca juga: Citra Satelit Deteksi Permainan Voli di Tempat Uji Nuklir Korut

Media-media Korsel mengulas kebingungan soal USS Carl Vinson dan rombongannya ini. Salah satu halaman utama surat kabar Korsel bahkan menyebutnya sebagai 'kebohongan Carl Vinson' dari Trump. Media Korsel juga berspekulasi bahwa pemimpin-pemimpin Rusia dan China pasti tertawa pada kebingungan ini.

Tidak hanya itu, media Korsel bahkan menyamakan gertakan AS itu dengan aksi Korut pamer kekuatan. Korut dicurigai menggunakan 'rudal palsu' saat memamerkan persenjataannya dalam parade militer di jalanan ibu kota Pyongyang, pekan lalu.

"Seperti Korea Utara, yang kerap dituding memamerkan rudal palsu saat parade militer, apakah Amerika Serikat juga, sekarang menggunakan 'gertakan' sebagai kebijakan Korea Utara-nya?" tanya media Korsel.

Baca juga: Media Rusia Sebut Trump Jauh Lebih Berbahaya dari Kim Jong-Un

Dalam menghadapi ancaman nuklir Korut, pekan lalu, Trump menegaskan kapal induk AS dan pasukan serbu dikerahkan ke perairan dekat Semenanjung Korea untuk merespons uji coba rudal Korut. "Kita mengirimkan sebuah armada. Sangat kuat. Kita memiliki kapal selam, sangat kuat, jauh lebih kuat dari kapal induk, itu yang bisa saya katakan," ucap Trump dalam wawancara dengan Fox Business Network belum lama ini.

Namun kemudian terungkap bahwa kapal induk itu belum berlayar menuju perairan dekat Semenanjung Korea. USS Carl Vinson diketahui bergerak ke Australia, untuk mengikuti latihan gabungan dengan Angkatan Laut Australia terlebih dahulu. Dari Australia, barulah kapal induk AS itu akan melanjutkan pelayarannya ke Pasifik Barat, dekat Semenanjung Korea, seperti diklaim Trump.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed